Umum

Tujuan Pendidikan Agama Islam

Tujuan Pendidikan Agama Islam

Secara umum, tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk membentuk anak yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, serta berahlak mulia. Berdasarkan tujuan tersebut, ada beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yaitu sebagai berikut, Pertama, dimensi keimanan anak terhadap ajaran Islam. Kedua, dimensi pemahaman atau penalaran anak terhadap ajaran Islam. Ketiga, dimensi penghayatan atau pengalaman batin yang dirasakan anak dalam menjalankan ajaran agama. Keempat, dimensi pengalaman, dalam arti bagaimana ajaran Islam yang telah diimani, dipahami, dan dihayati atau diinternalisasi oleh anak itu mampu menumbuhkan motivasi dalam dirinya untuk menggerakkan, mengamalkan dan menaati ajaran agama Islam dan nilai-nilainya dalam kehidupan pribadi seta mengaktualisasikan dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam diberikan pada sekolah umum dan sekolah agama (madrasah), baik negeri maupun swasta. Adapun ruang lingkup bahan pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terfokus pada aspek struktur program sekolah yang meliputi :

  1. Aqidah, yaitu pikiran yang harus diimani oleh manusia, dari situlah segala tindakan dan tingkah laku bersumber
  2. Al-Qur’an Hadits merupakan sumber utama ajaran Islam, dalam arti merupakan sumber akidah, ibadah, muamalah dan ahlak
  3. Ahlak, yaitu aspek sikap hidup atau kepribadian hidup manusia, bagaimana sistem norma yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan lainnya.
  4. Fiqih, merupakan sistem norma  yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan sesama manusia dan lainnya. Hubungannya dengan Allah diatur dalam ibadah seperti taharah, sholat, zakat, puasa dan haji
  5. Tarikh (Sejarah Islam) merupakan perjalanan kehidupan umat manusia yang terpilih dari masa ke masa (Junaedi, 2010)

Dunia pendidikan sebagai salah satu pilar yang sangat penting dalam membangun manusia juga merasa bertanggung jawab akan fenomena menjamurnya korupsi dilembaga pemerintahan dan masyarakat. Pemikiran pentingnya untuk memasukkan materi pendidikan anti korupsi dalam kurikulum sudah seharusnya dapat diakomodasi pemerintah. Pendidikan dengan demikian harus mampu menjadikan dirinya sebagai salah satu instrumen perubahan yang mampu melakukan empowerment dan transformation bagi masyarakat melalui berbagai program yang mencerminkann adanya inisiatif perbaikan sosial. Melalui pendekatan ini, berbagai bentuk patalogi sosial berupa penyimpangan praktek-praktek kehidupan sosial kemasyarakatan seperti korupsi dapat dianalisis dan kemudian dicari solusinya.

Penggunaan metode pendidikan Islam yang berhubungan dengan pendidikan antikorupsi yang perlu dipahami adalah bagaimana seorang guru dapat menguasai hakekat metode dan relevansinya dengan tujuan utama pendidikan islam, yaitu terbentuknya pribadi yang beriman yang senantiasa siap sedia mengabdi kepada Allah SWT. Metode yang dipakai Al-Qur’an adalah menggunakan ayat yang indah. Menurut Fadil Al-jamali (1995) metode pendidikan dalam Al-Qur’an itu bermacam-macam, diantaranya dengan perbuatan, menyentuh hati dengan perasaan, menggunakan logika, dengan pertanyaan, cerita, nasehat, kata-kata hikmah, perumpamaan, dan lain-lain.

Model pembelajaran antikorupsi di sekolah umum yang dapat diaplikasikan oleh guru di antaranya model integrated learning yaitu mengintegrasikan materi ke dalam semua mata pelajaran yang ada di sekolah. Integrated learning yang dimaksud yaitu pengembangan materi PAI, diantaranya nilai-nilai islami dalam kejujuran, keadilan, tanggung jawab dan amanah, kerja keras, istikamah, ikhlas, kesabaran, yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran seperti IPA, IPS, Biologi, Matematika,

https://haciati.co/