Kesehatan

 Sejarah Kebab

 Sejarah Kebab

Kata kebab berasal dari bahasa persia atau Arab yang berarti daging yang digoreng dan bukanlah daging yang dipanggang. Kata kebab berasal darai bahasa Arab tersebut berasal dari Aramic kabbaba yang berasal dari daerah Akkadin kababu, berarti “membakar atau menggosongkan”.

Pada abad ke-14, kata kebab menurut kamus Lisan al’Arab memiliki persamaan kata dengan kata tabahajah yaitu kata dalam bahasa Persia untuk sajian sepotong daging yang digoreng. Kata dalam bahasa Persia tersebut lebih dikenal pada saat abad pertengahan, yang akhirnya kebab tersebut digunakan dalam buku-buku bahasa Arab. Kata kebab lebih sering digunakan pada saat ini dibandingkan saat di Turki yag sebelumnya menemukan kata shiwa untuk daging yang di panggang. Namun, kebab tetap memegang teguh kata aslinya dengan menyajikan makanan seperti tas kebab (kebab dalam mangkuk). Sama dengan halnya daging panggang khas Egypt yang disajikan dengan bawang bombay lebih dikenal dengan istilah “kebab halla”.

2.2 Asal Negara Kebab

Makanan khas Timur Tengah ini menurut sejarahnya berasal dari Turki. Namun ada juga yang mengatakan dari Arab yang dikenal dengan Kabbeh. Makanan khas ini mulai meluas ketika para pedagang Turki mengadakan kontak dengan masyarakat kota Berlin, Jerman sekitar abad 18. Aslinya daging kebab dipanggang, disajikan dengan roti pita, paprika, dan saus. Dalam perkembangannya mengalami penyesuaian dan pencampuran dengan kebiasaan masyarakat Jerman. Di mana Kebab disajikan juga dengan aneka roti dan salad. Pola pemanggangan daging Kebab pun mulai berkembang dari tradisional ke pola modern menggunakan pemanggangan elektrik maupun gas. Di Jerman sendiri saat ini Kebab mampu menyaingi Hamburger yang sudah lama mereka kenal.

 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan bahan.

3.1.1 Bahan

– Tortila

– Margarin 1 sendok teh

– Irisan daging kebab 50 gram (resep di bawah

– Saus tomat 1 sendok teh

– Mayones 1 sendok makan

– Tomat 25 gram, iris tipis

– ½ kg daging sapi, iris melintang serat

– 2 siung bawang putih

– 2 cm jahe

– ½ sdt ketumbar

– Garam dan lada secukupnya

3.1.2 Alat

 

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/