Makna Ideologi bagi Negara
Pendidikan

Makna Ideologi bagi Negara

Makna Ideologi bagi NegaraMakna Ideologi bagi Negara

Pancasila sebagai ideologi nasional, dapat diartikan sebagai suatu pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah manusia, masyarakat, hukum, dan Negara Indonesia, yang bersumber dari kebudayaan Indonesia.

Makna Ideologi bagi Negara

Pancasila sebagai ideologi nasional mengandung nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, yaitu cara berpikir dan cara kerja perjuangan. Pancasila perlu dipahami dengan latar belakang sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sebagai dasar Negara, Pancasila perlu dipahami dengan latar belakang konstitusi proklamasi aau hukum dasar kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat, yaitu Pembukaan, Batang Tubuh, serta Penjelasan UUD 1945.

Pancasila bersifat integralistik yaitu paham tentang hakikat Negara yang dilandasi dengan konsep kehidupan bernegara. Pancasila yang melandasi kehidupan bernegara menurut Supomo adalah dalam kerangka Negara Integralistik, untuk membedakan paham-paham yang digunakan oleh pimikir kenegaraan lain. Untuk memahami konsep Pancasila bersifat intergralistik, maka terlebih dahulu kita harus melihat beberapa teori (paham) mengenai dasar Negara, yaitu sebagai berikut :

  • Teori perseorangan (Individualistik)

Sarjana-sarjana yang membahas teori individualistik adalah Hebert Spencer (1820-1903) dan Horald J. Laski (1893-1950). Pada intinya, menurut teori ini Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disususn atas kontrak antara seluruh orang dalam masyarakat itu. (social contract). Hal ini mempunyai pengertian, bahwa Negara dipandang sebagai organisasi kesatuan pergaulan hidup manusia yang tertinggi.

  • Teori Golongan (Class Theory)

Teori ini diajarkan, antara lain oleh Karl Marx (1818-1883). Menurut Karl Marx, Negar merupakan penjelmaan dari pertentangan-pertentangan kekuatan ekonomi. Negara dipergunakan sebagai alat oleh mereka yang kuat untuk menindas golongan ekonomi yang lemah. Yang dimaksud dengan golongan ekonomi yang kuat adalah merek yang memiliki alat-alat produksi.

  • Teori Kebersamaan (Integralistik)

Teori intergralistik semula diajarkan oleh Spinoza, Adam Muhler, dan lain-lain yang mengemukakan bahwa Negara adalah suatu susunan masyarakat yang integral diantara semua golongan dan semua bagian dari seluruh anggota msyarakat.

Negara dalam cara pandang integralistik Indonesia, tidak akan memiliki kepentigan sendiri (kepentingan pemerintah) terlepas atau bahkan bertenangan dengan kepentingan orang-orang (rakyat), di dalam Negara semua pihak mempunyai fngsi masing-masing dalam kesatuan yang utuh yang oleh Prof. Supomo disebutkan sebagai suatu totalitas. Kesatuan dan integritas yang dicita-citakan dalam UUD 1945 dijabarkan lebih lanjut dalam ketetapan MPR tentang GBHN.

Pancasila bersifat intergralistik karena :

  • Mengandung semangat kekeluargaan dalam kebersamaan,
  • Adanya semangat kerja sama (gotong royong),
  • Memeihara persatuan dan kesatuan, dan
  • Mengutamakan musyawarah untuk mufakat.

Baca juga: