Pertanian

Jamur dalam bioteknologi

Jamur dalam bioteknologi

Dalam bidang ini banyak Jamur dimanfaatkan untuk keperluan komersial, seperti :

1)         Makanan dan penyedap makanan : misal, telah diproduksi + 1,5 juta ton jamur (ediblemushroom)/ tahun (Agaricus bisporus dan Volvariella volvacea) di seluruh dunia; Quorn mycoprotein (Fusarium graminearum) sebagai sumber protein sel tunggal; makanan dan minuman tradisional, misal minuman beralkohol (Saccharomyces cerevisiae), keju blue-veined (Penicillium requefortii), tempe (Rhizopus oligosporus).

2)         Bahan metabolit : dikelompokkan dalam 2 kategori, yaitu: i) metabolit primer, merupakan hasil akhir jalur metabolik utama; dan ii) metabolit sekunder, merupakan beragam senyawa yang dibentuk melalui jalur metabolisme khusus dari suatu organisme tertentu.

Klasifikasi Jamur

1)      Mycomycotina

Myco yang artinya lendir, mykes adalah jamur, jadi mycomycotina yaitu golongan jamur yang fase vegetatifnya serupa lendir. Mempunyai satu kelas saja yaitu Myxomycetes.

Kelas myxomycetes

Myxomycetes meliputi organisme yang tidak mengandung klorofil, yang secara filogenetik tergolong ke dalam organisme yang sangat sederhana. Dalam keadaan vegetatif tubuhnya berupa massa protoplasma telanjang yang bergerak sebagai amoeba yang disebut plasmodium dengan cara hidup sebagai saprofit atau seperti hewan Di tempat yang lembab spora Myxomycetes dapat tumbuh menjadi amuba lendir dan spora kembara. Amuba lendir dan spora kembara masing-masing menjalar mencari makanan. Spora kembara dapat menjadi amuba lendir dan membentuk kista dalam keadaan kurang air. Setelah keadaan membaik kista berubah kembali menjadi amuba lendir. Amuba lendir dapat membelah berkali-kali membentuk massa lendir yang luas. Spora Myxomycetes berkecambah dalam air atau di atas substrat basah menjadi satu atau beberapa spora kembara yang dinamakan miksoflagellata. Setelah beberapa lama bulu cambuknya lenyap dan berubah menjadi miksoamoeba. Miksoflagellata dan miksoamoeba dapat berbiak vegetatif dengan cara membelah diri. Dua miksoamoeba atau dua miksoflagellata dapat mengadakan perkawinan menjadi amoebazigot, dan dalam amoebazigot kedua inti akhirnya bersatu. Badan yang dioploid ini tidak langsung membentuk dinding melainkan tetap telanjang dan bersifat amoeboid, dan dengan sesamanya bisa bersatu membentuk plasmodium yang besar dan mempunyai banyak inti. Inti dapat bertambah banyak karena adanya mitosis yang berulang-ulang. Contoh species : Physarum nutans dan Arcyria sp.

Sumber: https://rollingstone.co.id/jasa-penulis-artikel/