Umum

Dampak Negatif perdagangan bebas

Dampak Negatif perdagangan bebas

1)      Apabila dalam sistem pasar bebas, pemerintah secara sempurna “lepas tangan” maka kebebasan yang tidak terbatas akan hadir. Hal ini akan menindas golongan ekonomi lemah khususnya apabila terjadi pada bahan bahan pokok.

2)      Kegiatan ekonomi yang tidak stabil dan tidak terjadi kepastian. Dalam sistem pasar bebas yang sempurna tanpa campur tangan pemerintah, kemakmuran dapat cepat tercapai tapi seketika juga dapat mengalami kemorosotan serius. Hal ini dilakukan untuk merubah harga harga barang dan jasa sehingga para produsen dan pemilik pasar dapat menambah keuntungan mereka berkali kali lipat.

3)      Sistem mekanisme pasar bebas akan memunculkan kekuatan monopoli yang dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak kecuali pihak yang melakukan monopoli. Akan tetapi, rakyat kecil akan mengalami kesusahan. Adanya eksploitasi terhadap masyarakat ekonomi lemah oleh pihak yang kuat ekonominya, menimbulkan terjadinya monopoli sehingga merugikan masyarakat, munculnya kesenjangan ekonomi antara golongan ekonomi kuat dengan golongan ekonomi lemah, perekonomian dapat dengan mudah menjadi tidak stabil.

4)      Dalam menyediakan beberapa jenis barang secara bersamaan, mekanisme pasar bebas tidak dapat  melakukan secara efisien

5)      Kegiatan konsumen dan produsen akan menimbulkan eksternalitas yang dapat berupa akibat yang baik ataupun buruk tapi tetap merugikan.

6)      Munculnya kesenjangan yang semakin besar antara golongan ekonomi kuat dengan yang lemah.

7)      Dalam suatu negara pasar bebas dapat merugikan dikarenakan suatu negara bisa kehilangan pasar dunianya yang selanjutnya berdampak negatif pada volume produksi dalam negeri serta meningkatkan jumlah pengangguran dan kemiskinan

8)      Pada dunia impor, kerugiannya adalah peningkatan impor yang tidak dapat dibendung karena daya saing yang rendah dari prosuk produk serupa buatan dalam negeri, maka tidak mustahil pada suatu saat pasar domestik dikuasi oleh produk produk dari luar negeri.

9)      larinya investor dikarenakan SDM dan ETOS KERJA dalam negeri lemah dan devisa yang habis karena lebih banyak produk impor daripada ekspor

10)  Ketidaksetaraan distribusi pendapatan

Bentuk Campur tangan Pemerintah

Beberapa kegagalan mekanisme pasar seperti yang baru dijelaskan di atas menimbulkan kebutuhan campur tangan pemerintah dalam memperbaiki pengaturan kegiatan ekonomi. Dari kelemahan-kelemahan mekanisme pasar yang telah diuraikan di bagian sebelum ini dapat disimpulkan bahwa campur tangan pemerintah mempunyai beberapa tujuan penting seperti yang dinyatakan di bawah ini:

  1. Mengawasi agar eksternaliti kegiatan ekonomi yang merugikan dapat dihindari atau akibat buruknya dapat dikurangi.
  2. Menyediakan barang publik yang cukup sehingga masyarakat dapat memperoleh barang tersebut dengan mudah dan dengan biaya yang murah.
  3. Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan yang besar yang dapat mempengaruhi pasar, agar mereka tidak mempunyai kekuasaan monopoli yang merugikan khalayak ramai.
  4. Menjamin agar kegiatan ekonomi yang dilakukan tidak menimbulkan penindasan dan ketidaksetaraan di dalam masyarakat.
  5. Memastikan agar pertumbuhan ekonomi dapat diwujudkan dengan efisien.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/