Kesehatan

Dalam bidang pemuliaan tananaman

Dalam bidang pemuliaan tananaman

Teknik kultur jaringan dapat diterapkan dalam bidang pemuliaan tanaman terutama untuk mempercepat pencapaian tujuan dan membantu jika cara-cara konvensional menemui rintangan alamiah.

Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat, hemat waktu, dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. Kegunaan utama dari kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat, yang mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan induknya.

Ditinjau dari sudut agribisnis, produksi bibit melalui kultur jaringan bibit yang dihasilkan dapat bebas penyakit dan memberikan beberapa keuntungan seperti memperlancar masuknya bibit ke negara-negara pengimpor, meningkatkan hasil dan mencegah penyebaran penyakit ke sentra-sentra produksi baru. Disamping itu teknik kultur jaringan dapat memberikan jaminan yang lebih tinggi pada saat permintaan akan bibit meningkat. Perbanyakan tanaman secara klonal yang telah dicoba diperbanyak melalui kultur jaringan antara lain pada tanaman jahe (Zingiber officinale), touki (Angelica acutiloba), kapolaga (Eletaria cardamomum), Mentha sp., Geranium (Pelargonium graveolens dan P. tomentosum), panili (Vanilla planifolia), abaka (Musa textilis), nilam (Pogostemon cablin), rami (Boechmeria nivea), lada (Piper nigrum), pyrethrum (Chrysanthemum cinerarifolium), gerbera (Gerbera jamesonii), seruni (Chrysanthemum morifolium), pulasari (Alyxia stellata), pule pandak (Rauwolfia serpentina), temu putri (Curcuma petiolata), purwoceng (Pimpinella pruatjan), inggu (Ruta angustifolia), daun dewa (Gynura procumbens), beberapa tanaman pisang (Musa sp.) dan jati (Tectona grandis).

Dasar lain yang jadi pegangan adalah kenyataannya sel-sel meristematik didaerah sekitar titik tumbuh punya potensi untuk berkembang menjadi tanaman baru yang lengkap dengan akar, batang dan daun secara normal. Dalam kultur jaringan, sepotong kecil bagian ujung tanaman jeruk yang ditumbuhkan dalam media agar yang diperkaya dengan vitamin-vitamin, hormon tumbuh, supaya dapat berkembang menjadi tanaman baru. Selanjutnya bibit yang telah jadi bisa ditanam secara wajar di lapangan. Dan bila bibit tanaman ini dibudidayakan secara normal tetap akan membawa daya tahan yang diturunkan kepada generasi-generasi berikutnya.

Mula-mula perbanyakan secara kultur jaringan diprakarsai oleh James F. Shepherd, seorang mahaguu bidang patologi denegara bagian Kansas, USA. Dengan cara ini aia berhasil mendapatkan bibit kentang yang resisten terhadap phytophtora infestans..Perbanyakan tanaman melalui teknik kultur jaringan memeiliki beberapa keuntungan, yaitu diperolehnya bibit yang seragam dalam jumlah besar. Teknik ini sangat bermanfaat untuk tanaman-tanaman yang diperbanyak secara vegatatif. Adapun tanaman yang telah berhasil diperbanyak antara lain tanaman misalnya, anggrek dan mawar, tanaman obat misalnya, purwoceng dan bidara upas, tanaman berkayu misalnya, jati dan cendana, serta tanaman buah-buahan misalnya, pisang dan manggis.

Sumber :

https://pesantrenkilat.id/ios-11-1-akan-bawa-ratusan-emoji-baru/