Umum

Cara Pengeringan Buatan pada Kayu

Cara Pengeringan Buatan pada Kayu

 

Produk kayu yang bagus atau mempunyai kualitas yang baik dibentuk atau dibuat dengan kadar airnya rendah. Untuk mengurangi kadar air suatu kayu dilakukan kegiatan dan tahapan pengeringan. Tahapan pengeringan ini dibagi menjadi 2 cara yaitu pengeringan alami dan buatan.

Pengeringan alami ini dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya antara lain suhu, kelembapan udara dan sirkulasi udara. Sedangkan pengeringan buatan juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, tapi bedanya membutuhkan ruang khusus.

Pada kesempatan ini, kita akan mempelajari cara pengeringan buatan terhadap kayu, sebagai berikut.

1. Pengeringan dengan Kipas (fan)

Cara ini berkategori yang paling sederhana dengan ruang pengeringan hanya dilengkapi dengan kipas untuk mengatur sirkulasi udara. Rentang waktu yang digunakan pada cara ini masih cukup lama dan kemungkinan adanya cacat karena serangan jamur dan cendawan masih relatif banyak (Kasmudjo, 2010).

2. Pengeringan Suhu Rendah

Menurut Kasmudjo (2010) menyatakan bahwa cara pengeringan buatan ini hanya mengendalikan sebagian faktor luar didalam ruang pengeringannya, sebagai berikut.

  1. Pengeringan tipe green house (rumah pengering panas matahari) berusaha mengendalikan panas dalam ruang pengering sehingga kayu yang dikeringkan sering mangalami pecah dan retak-retak.
  2. Pengeringan tipe kolektor panas adalah tipe yang memanfaatkan panas matahari dengan kelebihannya dilengkapi dengan kolektor panas sehingga panas matahari dapat disimpan sebelum diperlukan.
  3. Pengeringan tipe de-humifiaksi adalah tipe yang dilengkapi dengan perlengkapan pengatur kelembapan udara sehingga membantu keluarnya air dari dalam kayu dengan cepat.
  4. Pengeringan dengan uap suhu rendah adalah tipe yang terdiri dari ruangan yang dialiri uap air dengan suhu rendah sehingga pembiayaan tidak mahal. Akan tetapi tipe ini mempunyai kelemahan yaitu dalam menngurangi kadar air sesuai dengan ketentuan cukup sulit.

3. Pengeringan dengan Tanur Pengeringan (dry klin)

Cara ini sudah memadai. Artinya bahwa pengeringan yang digunakan sudah dilengkapi dengan perlengkapan pengendalian suhu, kelembapan dan aliran udara yang dapat dioperasikan sejak awal sampai hasil pengeringan mencapai kadar air yang dibutuhkan. Menurut Kasmudjo (2010) menyatakan bahwa ada dua tipe yang hasil pengeringannya baik yaitu, pengeringan dengan tanur kompartemen dan progresif.