Sejarah Perjuangan Hak Asasi Manusia
Pendidikan

Sejarah Perjuangan Hak Asasi Manusia

Sejarah Perjuangan Hak Asasi Manusia

Sejarah Perjuangan Hak Asasi Manusia
Sejarah Perjuangan Hak Asasi Manusia
Sejarah perjuangan menegakkan HAM bisa diketahui dari piagam yang dihasilkan. Berikut ini, beberapa piagam HAM berdasarkan urutan waktu yang diuraikan secara singkat;

Magna Charta (1512)

Magna Charta dideklarasikan di Inggris pada tahun 1512. Magna Charta merupakan cikal bakal penegakan HAM. Piagam itu membatasi kekuasaan Raja John yang absolut & sewenang-wenang. Kemudian dengan adanya piagam itu, raja bisa diminta pertanggungjawabannya di muka hukum. Selain itu juga, raja harus bertanggung jawab kepada parlemen.

Bill of Rights (1689)

Perkembangan yang lebih konkret mengenai HAM terjadi setelah lahirnya piagam Bill of Rights di Inggris tahun 1689. Piagam tersebut ditandatangani Raja William III, yang inti dari piagam itu menyatakan bahwa “manusai sama di muka hukum”. Kemudian paham tersebut menjadi cikal bakal negara hukum, demokrasi, & persamaan.

Declaration of Independence (1776)

Perkembangan HAM yang lebih modern ditandai dengan lahirnya piagam Declaration of Independence, yaitu deklarasi kemerdekaan Amerika dari Inggris (tahun 1776). Piagam itu disusun oleh Thomas Jefferson yang bersumber pada ajaran Rousseau & Montesquieu. Deklarasi itu menekankan pentingnya kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan. Dr. Sun Yat Sen menggunakan asas ini di Tiongkok, yang dikenal sebagai min tsu, min chuan, & min seng.

Declaration des Droits de I’homme et du Citoyen (1789)

Piagam tersebut merupakan piagam hak asasi manusia & warga negara, yang lahir di Prancis (tahun 1789). Piagam tersebut banyak dipengaruhi oleh Declaration of Independence. Piagam tersebut juga merupakan dasar dari rule of law yang melarang penangkapan secara sewenang-wenang. Selain itu, piagam tersebut juga menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah, kebebasan berekpresi, & kebebasan beragama, serta adanya perlindungan terhadap hak milik. Dengan piagam tersebut, rakyat Prancis berhasil membebaskan bangsa dari kehidupan yang kejam & diskriminatif.

The Universal Declaration of Human Rights (1948)

Saat terjadi perang dunia kedua, telah terjadi kejahatan kemanusiaan dimana-mana. F. D Roosevelt dihadapan konggres (tahun 1941) menyerukan 4 kebebasan (The four Freedom). Franklin Delano Roosevelt adalah Presiden Amerika ke- 32, yang pada masa perang dunia kedua, Roosevelt, menyerukan The Four Freedom, yakni; Kemerdekaan Berpendapat, Kemerdekaan Beragama, Kemerdekaan dari Rasa Takut & Kemerdekaan dari Kemiskinan. Seruan itu kemudian menjadi dasar lahirnya Piagam HAM PBB, yaitu The Universal Declaration of Human Rights. Piagam itu dihasilkan oleh Komisi Hak Asasi Manusia PBB pada sidangnya 10 Desember 1948 & diterima secara resmi dalam Sidang Umum PBB. Walaupun piagam itu tidak bersifat mengikat, namun diharapkan semua anggota PBB menjadikan deklarasi tersebut menjadi pedoman/memasukkan dalam UUD masing-masing.

Perlu diketahui bahwa UUD 1945 yang dimiliki negara Indonesia lebih dahulu lahir dibandingkan dengan Universal Declaration of Human Rights. Dalam UUD 1945 juga, telah mengatur masalah HAM.


Sumber: https://khasanahkonsultama.co.id/seva-mobil-bekas/