Uncategorized

 Pengertian Pendidik dalam Pendidikan Islam

 Pengertian Pendidik dalam Pendidikan Islam

Pendidik adalah orang yang memiliki ilmu lebih daripada anak didiknya. Oleh karena itu pendidik juga bisa disebut ulama, asalkan ia rajin beribadah dan berakhlak mulia.

Rasulullah SAW. bersabda :

Ilmu itu adalah jiwa agama Islam dan tiang iman. Barangsiapa yang mengajar ilmu pengetahuan, maka Allah SWT akan menyempurnakan pahalanya. Dan barangsiapa mempelajari ilmu pengetahuan, maka Allah SWT mengajarkannya apa-apa yang tidak diketahui.” (HR. Abu Syaikh.[1]

Menurut eksistensi pendidik, pendidik merupakan orang kedua yang harus dihormati dan dimuliakan setelah orangtua. Mereka menggantikan peran orangtua dalam mendidik anak-anak atau peserta didik ketika berada di lembaga pendidikan. Ada pepatah mengatakan :

Orangtua adalah guruku di rumah dan Guru adalah orangtuaku di sekolah”.

Pendidik dalam Islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi efektif, potensi kognitif, maupun potensi psikomotorik.[2]

Pendidik berarti juga orang dewasa yang bertanggung jawab member bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya nsebagai makhluk Allah, khalifah dipermukaan bumi, sebagai makhluk sosial dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri.[3]

Pendidik dalam Islam adalah siapa saja yang bertangguang jawab terhadapperkembangan anak didik. Dalam Islam, orang yang bertanggung jawab tersebut adalah orang tua anak didik. Tanggung jawab itu disebabkan yang pertama karena kodrat, yaitu karena orang tua ditakdirkan menjadi orang tua anaknya; kedua karena kepentingan kedua orang tua, yaitu orang tua berkepentingan terhadap kemajuan perkembangan anaknya, sebab suksesnya anak adalah suksesnya orang tua. Tanggung jawab pertama dan utama terletak pada orang tua, berdasarkan firman Allah SWT. sebagai berikut :

…..قُوْااَنْفُسِكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَا رَا

Artinya : Peliharalah dirimu dan anggota keluargamu dari ancaman neraka. “Dirimu” yang disebut dalam ayat itu adalah diri orang tua anak tersebut, yaitu ayah dan ibu;”anggota keluarga” dalam ayat ini adalah terutama anak-anaknya.[4]