Uncategorized

Masa Adolesensi (adolescence, pasca remaja)

Masa Adolesensi (adolescence, pasca remaja)

Dengan selesainya masa pubertas awal, masuklah anak ke dalam periode kelanjutkannya, yaitu masa pubertas akhir atau pasca remaja/adolesensi.  Masa adolesensi ini oleh Sigmund Freud disebut sebagai “Edisi kedua dari situasi Oedipus”. Sebab relasi anak muda pada usia ini masih mengandung banyak konflik antara isi psikis yang kontrakdiktif, terutama sekali konflik pada relasi anak muda dengan orang tua dan obyek cintanya.

Menurut banyak ahli ilmu jiwa, batas waktu adolesensi itu ialah 17 – 19 tahun atau 17-21 tahun. Perbedaan karakteristik antara tiga fase yaitu pra-pubertas/pueral, pubertas (awal), dan adolesensi atau pubertas akhir itu antara lain ialah sebagai berikut

  1. Pada masa pra-pubertas (masa negative, Verneinung, Trotzalter kedua), anak sering merasakan: bingung, cemas, takut, gelisah, gelap hati, bimbang ragu, risau , sedih, sara minder, melawan rasa “besar-dewasa-super”,dan lain-lain. Anak tidak tahu sebab-sebab dari macam-macam perasaan kontradiktif yang menimbulkan banyak kerisauan hatinya.
  2. Pada masa pubertas, anak muda menginginkan/mendambahkan sesuatu, dan mencari-cari sesuatu. Namun apa sebenarnya “sesuatu” yang diharapkan dan dicari itu, dia sendiri tidak tahu. Anak muda sering merasa sunyi hati, dan menduga ia tidak mengerti orang lain dan tidak dimengerti oleh pihak luar.
  3. Pada masa adolesensi, anak muda mulai merasa mantap, stabil. Dia mulai mengenal aku-nya, dan ingin hidup dengan pola hidup yang digaransikan sendiri, dengan itikad baik dan keberanian. Dia mulai memahami arah hidupnya dan menyadari tujuan hidupnya. Ia mempunyai pendirian tertentu berdasarkan suatu pola hidup yang jelas yang baru ditemukannya.

Pada masa adolesensi anak muda mulai menemukan nilai-nilai hidup dirinya, sehingga makin jelaslah pemahaman tentang keadaan dirinya. Dia mulai berdifat kritis terhadap obyek-obyek diluar dirinya dan ia mampu mengambil sintese antara tanggapan dunia luar dengan dunia intrern.

Dalam perkembangan anak pada masa adolesensi dihadapkan pada banyak masalah baru dan kesulitan yang kompleks. Antara lain berupa:

  1. Anak muda belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan
  2. Beruasaha melepaskan ikatan-ikatan efektif lama dengan orang tua dan obyek-obyek cintanya
  3. Berusaha membangun relasi-relasi perasaan yang baru