Latar Belakang
Pendidikan

 Latar Belakang

 Latar Belakang

 Latar Belakang

Dalam tradisi sejarah dan keilmuan Islam, filsafat hukum Islam merupakan disiplin baru, sehingga jika dilihat dalam pembidangan ilmu keislaman tradisional, nama “filsafat hukum” belum dikenal. Kajian yang memiliki kemiripan dalam pembahasan seperti itu dalam tradisi Islam adalah ushul fikih.

Tidak dipungkiri sebagian sahabat seiman justru berpendapat bahwa filsafat itu haram hukumnya. Ada pula yang berpandangan bahwa filsafat adalah wilayah pemikiran yang dapat mempengaruhi tingkat keberimanan seseorang. Karena itu, dapatlah dimengerti jika pada anggapan ini filsafat diletakkan sebagai wilayah yang haram disentuh dan dipelajari. Sebenarnya mempelajari filsafat tidaklah sulit yang dibayangkan sebagian orang. Sebab filsafat pada kenyataannya adalah urusan yang bertalian dengan hidup dan konteks manusia dalam melibatkan sejarahnya. Filsafat merupakan bagian dari hidup manusia sendiri. Pemikiran filosofis dilihat dari sudut ini adalah bentuk pemikiran reflektif yang melihat hidup dari sisi yang lebih dalam dan bermakna.

 Sadar atau tidak lapangan filsafat sangatlah luas, dimana filsafat membahas masalah dalam ruang lingkup pendidikan yang sering didengar dengan sebutan filsafat pendidikan, begitupun dengan lapangan yang lainnya misalakan filsafat matematika, filsafat hukum, filsafat politik, filsafat kemanusiaan dan filsafat yang membahas masalah agama. Begitupun pertanyaan tentang keadilan, hak asasi manusia, makna hidup dan hendak kemana manusia setelah mati merupakan medan pemikiran reflektif filosofis. Karena filsafat melihat segala sesuatu dari sudut yang mendalam, filsafat cendrung radikal, mempertanyakan segala sesuatu secara mendasar dan tidak mau melihat gejala yang nampak sebagai hal yang biasa-biasa saja.

Dalam dunia filsafat dapat diperluas pandangan cakrawala kita dalam melihat dan menyaksikan seraya menambah ilmu dan memperbaiki keyakinan kita bahwa ternyata benar ruang lingkup kajian filsafat sangatlah luas. Hal ini dapat dibuktikan melalui kajian filsafat yang berkenaan dengan masalah epistemology, aksiologi, ontology, kosmologi, etika, estetika begitupun masalah hidup dan masalah jiwa. Filsafat adalah seni bertanya, mengapa ini begini, kenapa tidak begitu. Pertanyaan demikian adalah spirit dan inti filsafat. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para filsuf melahirkan jawaban-jawaban yang serius dan berimplikasi besar yang kemudian mempengaruhi cara pandang manusia dalam melihat dan mengerti kompleksitas kehidupan.

Dalam makalah ini yang coba dibahas pada bab-bab selanjutnya adalah filsafat yang berkenaan dengan hukum islam dikhususkan untuk mengetahui apa sebenarnya karakteristik filsafat hukum islam?

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa pengertian hukum islam?
  3. Apa yang dimaksud dengan sistematis “ruang lingkup kefilsafatn”?
  4. Apa karakteristik filsafat hukum islam?
  5. Apa itu filsafat?
  6. Samapai dimana objek kajian filsafat hukum?

 

BAB II

PEMBAHASAN

KARAKTERISTIK FILSAFAT HUKUM ISLAM YANG BERSIFAT SISTEMATIS

          Filasafat hukum islam sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tentunya ilmu ini mempelajari menganai haikat mendasar dari hukum islam itu sendiri. Mempelajari hukum islam tidak terlepas dari metode atau struktur yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perenungan kefilsafatan dalam hal ini mencapai kesempurnaan tujuan mempelajari filsafat hukum islam. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kata sistematis diapakai karena terdapatnya sesuatu yang acak-acakan atau setidaknya mencoba untuk menjadikan sesuatu itu terstruktur dan teratur. Namun tidak semua kata sistematis dipakai karena terdapatnya sesuatu yang tidak beraturan, karena sistematis tidak hanya diartikan sebagai struktur namun terdapat pula arti yang lain misalkan sesutu yang logis, metodis, infestigatif, dan analis.

            Pembahasan mengenai hukum islam sangatlah luas. Hukum islam meliputi segala aturan atau seperangkat aturan yang telah ditetapkan dalam Al-Quran serta hadis Nabi atau Sunnah RasulNya, hukum islam juga dapat kita jumpai melalui ijtihad para Ulama’ dll. Hukum islam adalah semua peraturan yang bersumber dari Al-Quran dan Assunnah atau yang berlandaskan pada Al-Quran dan Assunnah yang mengikat setiap orang yang beragama islam. Bahkan ada yang kita jumpai diluar sana yang berpendapat bahwa hukum islam itu hanya berasal dan bersumber pada satu, yaitu pada wahyu Allah SWT. Selebihnya Rasululullah hanyalah mempraktekkan dari apa yang difirmankan Allah kepadanya. Artinya hukum itu sudah ada sebelum manusia ada namun manusialah yang menemuka hukum itu.