Otomotif

Jenis SIM di Indonesia dan Syarat Membuatnya

Bagi masing-masing pengendara kendaraan bermotor mesti hukumnya memliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Hal tersebut menjadi bukti bahwa Otolovers sudah mengisi syarat mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Tentunya ada sejumlah persyaratan supaya Otolovers dapat miliki SIM, salah satunya paling tidak berusian 17 tahun.

Di Indonesia sendiri, kepemilikan SIM ini menjadi urusan wajib untuk setiap orang yang mengendarai kendaraan bermotor. Sesuai pasal Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009, dilafalkan bawha orang yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa mempunyai SIM bakal dikenakan pidana berupa kurungan sangat lama 3 bulan atau denda paling tidak sedikit 1 juta rupiah.

Oleh karena itu, untuk Otolovers yang sudah mengisi syarat penciptaan SIM sudah dapat segera urus dan mengerjakan registrasi ke kantor Kepolisian setempat. Diketahui juga, SIM di Indonesia ada sejumlah jenis cocok dengan Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009, jenis SIM ini dipecah menjadi dua yakni jenis SIM perorangan dan jenis SIM umum.

Nah, sebagai berikut telah dirangkum jenis SIM yang berlaku di Indonesia dan kriteria pembuatannya:

Jenis SIM Perorangan

Jenis SIM perorangan adalahSIM yang dipunyai seseorang bukan untuk destinasi komersil, laksana angkutan umum. Kendaraan bermotor guna dikemudikan sendiri dan kepentingan pribadi.

Dengan begitu, jenis SIM yang satu ini mesti dipunyai oleh masing-masing orang yang mengendarai kendaraan pribadinya di jalan. Berikut ialah beberapa jenis SIM perorangan yang tertera dalam Pasal 80 UU No. 22 Tahun 2009:

1. SIM A

SIM A ialah jenis SIM yang diperuntukkan untuk orang yang mengendarai kendaraan mobil dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg.

2. SIM B1

SIM B ialah jenis SIM diperuntukkan untuk orang yang mengendarai mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat lebih dari 3.500 kg. Kendaraan yang dimaksud di sini seringkali berupa mobil bus perseorangan atau mobil angkutan barang perseorangan.

3. SIM B2

Selanjutnya jenis SIM B2, diperuntukkan untuk orang yang mengendarai atau mengoperasikan kendaraan perangkat berat, kendaraan penarik, atau truk gandeng perseorangan dengan berat kendaraan maksimal lebih dari 1.000 kg.

4. SIM C

Berikutnya ialah jenis SIM C. Sim C tidak beda diperuntukkan oleh pengendara sepeda motor. SIM C ini sendiri terbagi menjadi 3 kategori, yakni menurut kapasitas silinder atau muatan cc pada masing-masing sepeda motor yang dikemudikan. Jenis SIM C ialah sebagai berikut:

SIM C1 : dipakai untuk sepeda motor dengan cc di bawah 250 cc.
SIM C2 : dipakai untuk sepeda motor dengan cc di atas 250 dan maksimal 500 cc.
SIM C3 : dipakai untuk mengemudikan kendaraan bermotor roda dua dengan cc di atas 500 cc.

5. SIM D

Kemudian ada pun SIM D. SIM ini diperuntukkan guna pengendara kendaraan khusus, seperti untuk para penyandang disabilitas.

Jenis SIM Umum

Jenis SIM yang kedua ialah SIM umum. SIM umum ini wajib dipunyai oleh orang yang mengendarai kendaraan berkepentingan umum, baik angkutan umum orang maupun barang. Dalam urusan ini, SIM umum dipisahkan menjadi 3 jenis, yaitu inilah ini :

1. SIM A Umum

Jenis SIM A umum, diperuntukkan untuk orang yang mengendarai kendaraan bermotor umum dan barang dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg.

2. SIM B1 Umum

Selanjutnya jenis SIM B1 Umum wajib dipunyai oleh orang yang mengendarai mobil penumpang dan barang umum dengan berat lebih dari 1.000 kg.

3. SIM B2 Umum

Kemudian jenis SIM B2 umum dipakai oleh pengemudi kendaraan penarik atau kendaraan bermotor yang mempunyai gandengan dengan berat kendaraan maksimal lebih dari 1.000 kg.

Syarat Pembuatan SIM Perorangan

Syarat dalam penciptaan SIM perorangan sudah ditata dalam Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009. Dalam urusan ini, orang yang akan mengemukakan pembuatan SIM, mesti memenuhi sejumlah ketentuan inilah :

  • Telah berusia 17 tahun untuk pengusulan SIM A, C, dan D
  • Telah berusia 20 tahun untuk pengusulan SIM B1
  • Telah berusia 21 tahun untuk pengusulan SIM B2
  • Pemohon melengkapi kriteria administrasi laksana KTP, memenuhi formulir, menciptakan rumusan sidik jari, serta Surat Keterangan Sehat dokter dan sudah lulus tes psikologi.
  • Pemohon wajib mengekor ujian teori dan ditetapkan lulus, lantas melakukan praktik atau simulasi berkendara pada layanan yang sudah disediakan.
  • Bagi pemohon jenis SIM B1 mesti mesti mempunyai SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan. Sedangkan pemohon SIM B2 mesti mempunyai SIM B1 sekurang-kurangnya 12 bulan.

Syarat Pembuatan SIM Umum

Kemudian kriteria dalam penciptaan SIM Umum pun telah ditata dalam Pasal 83 ayat (1), (2), dan (3) UU No. 22 Tahun 2009. Di sini, pemohon yang hendak mengajukan penciptaan jenis SIM Umum mesti mengisi persyaratan inilah ini :

  • Telah mengisi persyaratan administrasi dan kesehatan sama laksana SIM perorangan.
  • Telah ditetapkan lulus ujian teori dan praktik.
  • Bagi pemohon SIM A Umum mesti mempunyai SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan
  • Bagi pemohon SIM B1 Umum mesti mempunyai SIM B1 atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan
  • Bagi pemohon jenis SIM B2 Umum mesti mempunyai SIM B2 atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan

Sumber : http://ow.ly/IPom50zAmgg