Pendidikan

4 Cara Mengembangkan Imajinasi Menulis Anak

Keterampilan mencatat dapat di stimulasi semenjak dini melewati hal-hal yang sederhana. Hal yang sangat terpenting saat melakukan pekerjaan harus dalam keadaan yang menyenangkan, sehingga mencatat bukan dirasakan sebagai sesuatu yang sulit, serius, dan kaku. Namun, anak dapat menikmati proses mencatat seperti halnya bermain bukan belajar.

Anak dapat diajar menulis seraya bermain guna mengembangkan khayalan mereka, suatu tulisan bisa dikembangkan bila anak memiliki tidak sedikit pengetahuan. Salah satu sumber pengetahuan tersebut didapat dari menyimak buku. Jadi, membaca kitab bukan hanya dapat menambah wawasan anak namun juga dapat membantu mengembangkan khayalan anak.

Perkembangan dan keterampilan membaca anak bisa didukung dari lingkungan yang kondusif. Para pendidik baik orang tua maupun guru mesti menyerahkan stimulus ke anak dan bisa menjadi teladan untuk mereka terhadap perilaku kegiatan membaca. Umumnya anak-anak yang menyimak dengan baik berasal dari family yang mendorong anaknya guna membaca.

Biasanya mereka memiliki tidak sedikit buku bacaan, mau meluangkan waktu guna membacakan keras-keras, atau mendongengkan anak-anaknya, mendiskusikan ide-ide dan empiris mereka, memberi batas tontonan televisi dan merasakan perubahan dalam peradaban anaknya guna membaca.

Mendorong anak guna mengarang atau mencatat dapat dilaksanakan dengan sekian banyak macam teknik yang unik dan menyenangkan. Beberapa diantaranya ialah sebagai inilah :

1. Mengarang kisah menurut gambar
Pancinglah khayalan mereka dengan cara berfoya-foya menuangkan gagasan kreatifnya melewati gambar yang disukainya. Dari gambar tersebut, anak diajar untuk mencatat sederhana. Apapun gagasan mereka, dituangkan melewati tulisan untuk menciptakan suatu cerita. Ajak mereka berimajinasi dengan gambar yang telah dipilihnya tersebut supaya berkorelasi sampai-sampai dapat menyusun suatu kisah yang menarik.

2. Membuat kisah menurut wajah
Berikan anak suatu gambar wajah yang belum terdapat mata, bibir, hidung, alis dan ekspresinya. Biarkan anak melengkapi gambar itu dengan ekspresi yang disukainya. Apakah wajah sedih, menangis, senang, tertawa, atau marah. Biarkan anak menuangkan khayalan terhadap gambar tersebut sampai selesai.

Selanjutnya, anak membuat kisah mengenai gambar wajah yang telah dibuatnya. Misalnya biodata untuk gambar tersebut, siapa namanya, lokasi tinggalnya di mana, anaknya siapa, umurnya berapa, hobinya apa, kapan ulang tahunnya, di mana sekolah atau lokasi kerjanya dan lain-lain. Kemudian diperbanyak pula tulisannya mengenai mengapa mempunyai ekspresi wajah laksana itu, sedang bahagia, kecil hati atau marah.

Dengan teknik ini, anak disuruh bersenang-senang, seraya berimajinasi menggambar, mengecat dan menulis. Hal ini pun dapat meningkatkan wawasan anak dalam mengenali wajah dan mengidentifikasi jati diri. Apalagi bila anak bisa mengasosiasikan wajah itu dengan wajah keluarga, saudara atau teman-temannya.

3. Mengembangkan kisah dari buku
Berikanlah sebuah kitab cerita untuk anak dan mintalah mereka guna mengembangkan ceritanya tersebut. Apakah pengembangan ceritanya menjadi suatu kisah baru, kisah kejadian sebelumnya atau setelah kejadian dari kisah yang dibacanya. Anak pun dapat menambahkan kisah dari figur yang tidak menonjol atau meningkatkan bumbu dari kisah tersebut supaya lebih menarik.

4. Membuat surat
Ajak anak guna bermain surat-suratan. Mereka bakal senang sebab mendapat empiris baru, yakni menerima surat yang ditujukan langsung guna mereka. Misalnya Ayah bunda menciptakan surat yang ditujukan guna anak kita, dan anak-anak pun membuat surat yang ditujukan guna kita. Buat dua buah kotak surat kecil dari kotak sepatu. Caranya dengan menciptakan lubang di blokir kotak sepatu. Siapkan gunting, lem dan spidol supaya anak bisa mengkreasikan kotak suratnya.

Buatlah tema surat yang mereka sukai, contohnya mengirim surat ke figur kartun kesayangan mereka. Kita bisa bermain peran menjadi figur kartun yang mereka sukai. Anak bisa bermain peran sebagai figur yang anda inginkan. Pancing anak guna berkreasi mencatat dalam menuangkan ide-idenya tentang tokoh kartun kesayangan mereka, hal-hal apa yang hendak mereka ungkapkan mengenai tokoh tersebut.

Kemudian, masukkan surat yang telah kita bikin ke dalam kotak surat anak dan anak memasukkan suratnya ke dalam kotak surat punya kita. Buka dan bacalah surat dari anak, tunjukkan ekspresi gembira laksana kita sedang menerima suatu surat yang sedang anda nantikan.

Ayah bunda, Minat mencatat dan keterampilan menulis anak bisa didongkrak dengan cara-cara yang kreatif dan menyenangkan. Apalagi belajar mencatat sambil bermain akan menolong menumbuhkan minat anak semenjak dini melewati hal-hal simpel tetapi mengena pada bagian benak kanan anak yang imajinatif. Jadi bahwasannya tidak terdapat anak-anak yang “kurang pandai” guna menulis, tetapi hanyalah anak-anak yang belum dikembangkan kemampuannya secara optimal.

Baca Juga :