Hari Ibu dan Pendidikan dari Rumah
Pendidikan

Hari Ibu dan Pendidikan dari Rumah

Hari Ibu dan Pendidikan dari Rumah

Hari Ibu dan Pendidikan dari Rumah
Hari Ibu dan Pendidikan dari Rumah

Guru SDN Tanjung Medan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

Beberapa hari lalu, kita memperingati Hari Ibu Nasional yang jatuh pada 22 Desember. Dalam peringatan tersebut penting kita melihat kembali bagaimana peran ibu memperkenalkan pendidikan dan membangun karakter kepribadian seorang anak.

Sejumlah hasil riset menunjukkan pentingnya peran pendidikan dari rumah,

atau orang tua terutama ibu untuk membentuk perilaku dan sikap anak. Studi Ceka dan Murati (2016) misalnya menunjukkan lingkungan keluarga mempengaruhi orientasi belajar anak dan kepribadian anak. Begitu juga studi Dogruer (2014) menemukan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap keberhasilan anak. Studi tersebut juga menunjukkan ibu sangat mempengaruhi kemampuan matematika seorang anak.
Beberapa studi lainnya juga menunjukkan pentingnya faktor keluarga dan orangtua dalam perkembangan pendidikan anak. Studi Kean (2005) menunjukkan faktor status sosial dan ekonomi orangtua, khususnya latar belakang pendidikan dan pendapatan secara tidak langsung mempengaruhi pencapaian peserta didik. Sejumlah literatur juga mengonfirmasi pentingnya pendidikan orang tua terhadap keberhasilan anak.

 

Mengingat pentingnya peran keluarga dan orang tua

, pemerintahan sudah merancang program “1000 Hari Pertama Kehidupan Anak” yang dimulai sejak terjadinya pembuahan sampai anak berusia 2 tahun. 1000 hari pertama tersebut akan sangat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak.
Akses ke Pendidikan
Peningkatan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses publik kepada pendidikan tampak dari meningkatkan alokasi APBN terhadap pendidikan. Bila dilihat sejak tahun 2015, ada tren kenaikan APBN kepada pendidikan. Yaitu sebesar 409,1 triliun pada 2015, 2016 sebesar 419,2 triliun, 2017 (416,1 triliun), 2018 (444,1 triliun) dan 2019 (492,5 triliun). Pemerintahan Jokowi juga menargetkan sebanyak 20,1 juta jiwa tersentuh Program Indonesia Pintar, sasaran BOS sebesar 57 juta jiwa, pembangunan/rehab sekolah (56,1 ribu) dan 471,8 ribu orang mahasiswa dalam Program Bidik Misi

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/