Si Kipin, Kios Pintar yang Menjawab Kebutuhan Perpustakaan Digital Bagi Setiap Sekolah di Indonesia
Pendidikan

Si Kipin, Kios Pintar yang Menjawab Kebutuhan Perpustakaan Digital Bagi Setiap Sekolah di Indonesia

Si Kipin, Kios Pintar yang Menjawab Kebutuhan Perpustakaan Digital Bagi Setiap Sekolah di Indonesia

Si Kipin, Kios Pintar yang Menjawab Kebutuhan Perpustakaan Digital Bagi Setiap Sekolah di Indonesia
Si Kipin, Kios Pintar yang Menjawab Kebutuhan Perpustakaan Digital Bagi Setiap Sekolah di Indonesia

Berawal dari melihat kotak mesin penjual minuman otomatis yang dipasang di beberapa tempat umum, Supriyanto, seorang senior pensiunan guru berandai-andai. Ia mengimajinasikan mesin minuman itu sebagai mesin penampung buku, di mana para pengunjung dapat mengambil buku sesuka hati. Dalam bayangannya, mesin itu mampu menampung ribuan buku dan mengeluarkan buku yang diminati pengunjung dalam waktu sekejap. “Andai jika ada mesin yang seperti itu, tentunya orang tak akan kesulitan mencari buku. Bahkan bisa saja mereka semakin tertarik untuk membaca buku,” ujar Supriyanto, tokoh yang lama berkecimpung di dunia pendidikan, bahkan sampai sekarang jiwanya masih aktif memikirkan dunia pendidikan.

Mustahil untuk memproduksi sebuah mesin berukuran standar yang berisi ribuan buku cetak. Setidaknya itulah yang ada dalam benak Supriyanto ketika bergumul dengan angan-angannya sendiri. Bagaimana mungkin ribuan buku mampu berada dalam satu mesin? Dan bagaimana buku-buku tersebut bisa diambil secara gratis?
Si Kipin di Pameran Pendidikan GESS Indonesia

Supriyanto berfoto bersama Si Kipin, saat acara launching Si Kipin

di Pameran Pendidikan GESS Indonesia 2017

Jaman terus berubah, buku juga mengalami evolusi. Dahulu kala manusia menulis menggunakan batu, lalu bergeser pada bambu atau daun. Pada masa industri, kertas mulai diciptakan dan buku cetak menjadi media tulis bagi manusia selama ratusan tahun. Tapi saat ini hingga masa depan, kehadiran buku cetak akan digantikan oleh teknologi digital. Dan perkembangan teknologi buku inilah yang akan menjawab impian Pak Supriyanto.

Pendidikan.id, sebuah portal yang berdedikasi mencerdaskan bangsa dengan memanfaatkan teknologi digital menjawab impian ini. Caranya dengan menciptakan sebuah mesin berupa kios yang dinamakan Si Kipin. Diciptakannya Si Kipin ini ditujukan agar siswa-siswi Indonesia bisa mendapatkan bahan pembelajaran dengan mudah, murah bahkan gratis.
Si Kipin untuk Perpustakaan Sekolah

Ilustrasi seorang siswa sedang menggunakan Si Kipin, kios pintar berlayar sentuh.

Si Kipin berwujud kotak, mirip seperti mesin ATM. Isinya bahkan tidak

hanya ribuan buku seperti yang dicita-citakan Supriyanto, tapi justru paket lengkap pendukung belajar siswa. Dikatakan paket lengkap karena selain ribuan buku sekolah, juga ada ratusan latihan soal, video pendidikan dan komik literasi. Masing-masing tersedia lengkap untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. Hal ini yang kemudian menjadi makna slogan Si Kipin, “4 in 1 dalam SATU MESIN.”

Kios Pintar, begitu kepanjangan dari Kipin, tidak membutuhkan jalur internet. Tentu saja sengaja didesain offline agar mudah digunakan dalam kondisi apapun, termasuk di kawasan terpencil yang minim internet. Lagipula, ini juga bertujuan agar siswa dapat memanfaatkan Si Kipin secara maksimal tanpa biaya tambahan. Bahkan ketika tidak tersambung aliran listrik, si Kipin masih memiliki tenaga catu daya cadangannya untuk beberapa lama.

Tidak hanya berpatok pada data yang sudah ada, Si Kipin justru akan selalu

melakukan update. Di sinilah jaringan internet dibutuhkan. Tapi setelah proses download data terbaru selesai, maka Si Kipin siap digunakan tanpa jalur internet lagi. Proses meng-update sangat mudah, cukup menyentuh salah satu tombol menu dilayar.

Pimpinan Pendidikan.id, Ginting Satyana, membuktikan bahwa angan-angan Pak Supriyanto bukanlah tidak mungkin. “Mesin penampung buku tentu saja bisa diciptakan dengan teknologi yang semakin maju! Tapi bukan dengan buku yang berbentuk cetak, melainkan e-book. Bahkan sekaligus juga latihan soal, video pendidikan dan komik literasi di dalamnya. Siapapun kini bisa mengambil buku sesuka hati hanya dari satu mesin,” ujarnya.

 

Sumber :

http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/comment/view/516/1602/21501