Didukung Fasilitas, Pendidikan Daerah Tertinggal Diharapkan Maju
Pendidikan

Didukung Fasilitas, Pendidikan Daerah Tertinggal Diharapkan Maju

Didukung Fasilitas, Pendidikan Daerah Tertinggal Diharapkan Maju

Didukung Fasilitas, Pendidikan Daerah Tertinggal Diharapkan Maju
Didukung Fasilitas, Pendidikan Daerah Tertinggal Diharapkan Maju

Sekolah-sekolah di perkotaan sudah menggunakan fasilitas teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar,

daerah tertinggal pun demikian. Inovasi dan teknologi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan kesehatan.

Adalah Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang menginisiasi pemanfaatan teknologi untuk mendorong kemajuan pendidikan dan layanan kesehatan di daerah tertinggal. Direktorat menggandeng beberapa startup.

“Inovasi ini dilakukan bermitra dengan berbagai pihak. Program ini diharapkan bisa mempercepat

program pemerintah yang terkait dengan kualitas pendidikan dan berkurangnya kematian ibu dan anak,” kata Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Direktorat Jenderal PDT, Priyono, Senin (7/10/2019).

Baca Juga:

Siswa Indonesia Harumkan Nama Bangsa lewat Ajang Penelitian di Jepang
PKB Dorong Ada Kebijakan Serius Tingkatkan Literasi Siswa

Di sektor pendidikan, sejumlah inovasi telah dan akan diujicoba di sejumlah daerah tertinggal dengan fokus

pada pembelajaran. Ada tiga startup yang telah menjadi mitra, yakni HaloHola, Quipper dan Genius.

Ketiganya mengembangkan konten pembelajaran termasuk metode belajar. Misal, menyiapkan konten untuk peserta didik di daerah tertinggal agar nilai ujian lebih baik. Startup tersebut memberikan device yang memungkinkan untuk disampaikan dalam bentuk offline.

 

Baca Juga :