Pemkab Kediri Bebaskan ODGJ dari Pasungan dan Merujuk ke RSJ Menur
Pendidikan

Pemkab Kediri Bebaskan ODGJ dari Pasungan dan Merujuk ke RSJ Menur

Pemkab Kediri Bebaskan ODGJ dari Pasungan dan Merujuk ke RSJ Menur

Pemkab Kediri Bebaskan ODGJ dari Pasungan dan Merujuk ke RSJ Menur
Pemkab Kediri Bebaskan ODGJ dari Pasungan dan Merujuk ke RSJ Menur

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Puskesmas Ngadi merujuk Sriah (53) penderita ODGJ asal Dusun Puhpluwang

, Desa Ngetrep, Kecamatan Mojo ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya. Tim medis membebaskan Sriah dari rantai pasungan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penanganan awal terhadap penderita selama dua hari mulai hari Kamis sampai Jumat dan Sabtu, 25-26 April 2019.
Baca Juga:

Pondok Ramadan Pemkab Kediri, Bekali Remaja Milenial Hadapi Revolusi Industri 4.0
Bupati Gencar Promosikan Obyek Wisata Kabupaten Kediri
Bupati Kediri Buka Klinik Konsultasi Dana Desa, Ini Manfaatnya
Bupati Kediri Cicipi Dawet Sagu Srabi Buatan Makiyah, Rasanya Legit dan Gurih

“Dihari Kamis kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, Puskesmas dan pemerintah desa mengevakuasi Sriah

(Klien) dari pasungan, membersihkan dan melepaskan rantai yang mengikat kaki dan tangannya,” jelasnya, Jumat (26/4/2019).

Pihak Puskesmas memberikan pengobatan serta chek-up terhadap pasien karena diindikasi menderita penyakit diabetes dan kadar gulanya melebihi 500. Sehingga untuk perawatan di RSJ lawang tidak bisa dilakukan menunggu diturunkan dulu kadar gulanya.

“Pihak Pukesmas sudah berkoordinasi dengan pihak RSJ menur yang bertepatan saat itu sedang kunjungan ke rumah Wiji Fitriani (Ngadi). Petugas RSJ menur dengan puskesmas kemudian melihat kondisi klien, dan memutuskan klien untuk dirujuk di RSJ menur,” untuknya.

Hari ini, sekitar pukul 07.00 WIB, penderita bersama dengan keluarga dan juga Pemerintah Desa setempat membawanya ke Puskesmas Ngadi. Kemudian penderita dirujuk ke RSJ Menur Surabaya. “Bahwa pasien tersebut adalah pasien ODGJ yang dipasung. Dia menderita gangguan jiwa selama 16 tahun, tambahnya,” terusnya.

Sriah dipasung karena pihak keluarga dan masyarakat sekitar merasa resah, karena penderita kerap mengamuk dan merusak

. “Ibunya juga tercatat dalam Basis Data Terpadu Kemiskinan. Dia mendapatkan program PKH lansia, Bantuan Pangan Non Tunai, dan juga keluarga nya mendapat Kartu Indonesia Sehat (PBI-JK), “tutupnya

Suparmi (75) orang tua penderita ODGJ mengatakan, tidak tahu penyebab putrinya mengidap gangguan jiwa. Sebab, sebelumnya, Sriah bersama dengan suaminya. Tetapi sang suami kini sudah meninggal dunia.

Lansia yang bekerja sebagai tukang pijat ini menjelaskan, pada tahun 2016 anaknya adalah pasien dengan menggunakan KIS. Sriah pernah dirujuk ke RSJ Lawang Malang oleh Puskesmas Ngadi, bersama dengan pemerintah Desa.

 

Baca Juga :