Pendidikan

Membuat Yoghurt

Membuat Yoghurt

Banyak orang senang minum susu tanpa gula, tetapi tersedia pula yang lebih
suka minum air susu bergula. Di lebih dari satu negara air susu sedikit masam
merupakan minuman rakyat yang terlalu digemari. Banyak orang yang
beranggapan, bahwa minum susu sedikit masam menyebabkan awet muda.
Air susu demikian itu di Mesir tenar sebagai kumis, di Eropa Timur
sebagai yoghurt.

Yoghurt adalah suatu minuman yang dibuat dari susu sapi bersama dengan cara
fermentasi oleh bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.
Bakteri ini adalah bakteri asam laktat yang merubah laktosa dari susu
biasa jadi asam laktat.

Keasaman dari susu yang difermentasi terhadap biasanya lumayan untuk
mencegah kerusakan oleh bakteri proteolitik yang tidak tahan asam. Setelah
mencapai tingkat keasaman di dalam minuman berikut maka dilakukan
pendinginan.

Selain dibuat dari susu segar, yoghurt sanggup terhitung dibuat dari susu krim
(susu tanpa lemak) yang dilarutkan di dalam air bersama dengan perbandingan
bergantung terhadap kekentalan produk yang diinginkan.
Yoghurt biasanya disediakan bersama dengan menambah terutama dahulu
campuran lain, layaknya gula, sirup, ataupun kopi (ekstrak kopi). Penambahan
campuran-campuran ini bergantung selera. Adanya campuran-campuran
tersebut tak sekedar menambah kelezatan sering kali memperindah penampakan
sehingga mempertinggi mutunya. Kadang-kadang di dalam pembuatannya
dapat ditambahkan aroma vanili, mocca, durian, dan nanas. Ini yang disebut
flavoured yoghurt. Pada flavoured yoghurt lumayan disempurnakan gula dan bisa
langsung disajikan.

Produk-produk yang telah habis jaman inkubasinya sebaiknya disimpan
di lemari pendingin, gara-gara bersama dengan demikian fermentasi tidak berlangsung
sehingga produk sanggup disimpan lebih lama. Produk yang telah jadi dan
bagus, sanggup digunakan sebagai starter terhadap pembuatan yoghurt selanjutnya.

1. Membuat Kelompok

Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 orang.

2. Menyusun Jadwal Kegiatan

Susunlah jadwal kegiatan pembuat yoghurt ini. Buatlah jadwal selama
4–5 minggu untuk persiapan alat dan bahan dan juga sistem pengerjaan.

3. Alat dan Bahan

a. Panci penangas
b. Seperangkat alat titrasi
c. Erlenmeyer 500 ml
d. Thermometer
e. Pengaduk kaca
f. Pembakar spiritus
g. Gelas ukur
h. Kertas alumunium foil
i. Susu sapi
j. Susu krim

k. Bibit/starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
l. NaOH
m. Indikator Phenofthalein

4. Cara Pengerjaan

a. Pembuatan yoghurt

1. Panaskan 500 ml susu segar bersama dengan cara memasukkan susu ke
dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke
dalam paci besar yang telah memuat air (seperti menyebabkan nasi
tim) sampai suhunya tidak cukup lebih 90°C sepanjang 15 menit.
2. Susu didinginkan sampai suhu mencapai 45°C, selanjutnya ditambahkan
starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit sambil diaduk agar larut.
3. Campuran di letakkan ke di dalam wadah-wadah steril yang sudah
disiapkan, lantas tutup bersama dengan alumunium foil dan
diinkubasikan terhadap suhu 43°C sepanjang 4 jam atau terhadap suhu
kamar sepanjang 18 jam.
4. Setelah inkubasi selesai, yoghurt yang dihasilkan segera
didinginkan di dalam lemari es atau dipastuerisasikan terhadap suhu
65°C selam 30 menit agar fermentasi tidak terus berlanjut.
5. Pengamatan dijalankan bersama dengan memandang harga pH, kandungan
asam laktat, rasa, jumlah mikroba, protein, dan kandungan
laktosanya.
6. Jika dapat dikonsumsi sanggup dicampur bersama dengan sirup atau dengan
gula secukupnya.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

b. Pembuatan bibit (starter) yoghurt

1. Campurkan susu segar dan susu bubuk skim (7,5% dari susu
segar) sampai merata.
2. Panaskan campuran susu berikut bersama dengan cara memasukkan susu
ke di dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke
dalam paci besar yang telah memuat air sampai suhunya kurang
lebih 90°C sepanjang 15 menit.
3. Selanjutnya, dijalankan pendinginan sampa suhu mencapai
kurang lebih 43°C.
4. Masukkan bibit (starter) sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit
sambil diaduk agar larut.
5. Tutup bersama dengan alumunium foil, peram sampai berlangsung gumpalan
padat terhadap suhu 43°C sepanjang 4 jam atau terhadap suhu kamar selama
18–20 jam.
6. Setelah pemeraman selesai, simpan di dalam lemari es dan
dikeluarkan cuma terhadap pas digunakan.

Baca Juga :