STIKES HI Jambi Siapkan SDM Era Revolusi Industri 4.0
Pendidikan

STIKES HI Jambi Siapkan SDM Era Revolusi Industri 4.0

STIKES HI Jambi Siapkan SDM Era Revolusi Industri 4.0

STIKES HI Jambi Siapkan SDM Era Revolusi Industri 4.0
STIKES HI Jambi Siapkan SDM Era Revolusi Industri 4.0

Diera Revolusi Industri 4.0 siap diwujudkan STIKES Harapan Ibu (HI) Jambi. Berbagai kebutuhan sarana

dan prasarana berbasis teknologi sudah mulai diterapkan STIKES HI Jambi, termasuk meningkatkan kualitas SDM tenaga pengajar.

Ketua STIKES HI Jambi, Ns. Susi Widiawati M.Kep mengatakan, STIKES HI Jambi saat ini dapat meluluskan mahasiswa dengan masa studi 4 tahun dan IPK 3,00 dan berakhlak mulia.

“Namun perlu diingat, dalam Revolusi Industri 4.0 terdapat sisi positif dan negative. Positifnya pembelajaran dan materi yang diberikan kepada mahasiswa dapat dicari melalui penelusuran diponsel berbasis android. Sedangkan negatifnya, banyak konten-konten yang dinilai tidak bermanfaat yang dapat menganggu mahasiswa saat belajar,” aku Susi kemarin.

Perlu dukungan dari orangtua agar mahasiswa menjadi lulusan yang kreatif, inovatif

dan berjiwa entrepreneur, karena tugas dosen mengawasi mahasiswa sangat terbatas. Mahasiswa lebih banyak bertemu dengan orangtua diabdingkan dosen.

“Kami selalu berupaya mencipatkan lulusan yang berkualitas,” terangnya.

Sementara itu Ketua Yayasan STIKES HI Jambi, H. Ardian Faisal SE MSi melalui Sekretaris Yayasan, Eko Mirsiyanto, SKM, MKM menambahkan, STIKES HI Jambi mulai institusi hingga prodi-prodi telah memiliki akreditasi B. Tidak perlu bagi orangtua menguliahkan anak-anaknya di Jakarta. Sedangkan akreditasi tempat kuliah tersebut juga B.

“Karena sama-sama akreditasi B, kalau tinggal di Jambi dan berkuliah di Jambi dengan areditasi

yang samakan meminimalisir pengeluaran orangtua. Kami telah menyiapkan dosen-dosen yang S2, kelas yang nyaman, termasuk kurikulum yang selalu digodok oleh bu Susi (Ketua STIKES HI Jambi, red) dengan dosen-dosen lain. Kami inginkan lulusan tidak hanya pintar otak, tapi juga pintar akhlak,” paparnya.

Sementara itu Dr. H. Sukro Muhab M.Si yang merupakan dosen FMIPA UNJ berbicara tentang kewajiban terhadap anak, tidak bisa dibebankan kepada tenaga pengajar saja, tapi juga peran orangtua yang memberlakukan anak.

“Karena yang sering bertemu adalah orangtua. Sukses itu bukan hanya urusan duina saja tapi juga akhirat. Jangan hanya hebat di ilmu pendidikan saja, tapi juga hebat di ilmu agama, jalankan perintah Allah SWT dengan sebaik-baiknya, Insya Allah kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” tandasnya

 

Baca Juga :