Mendidik di Tengah Keterbatasan
Pendidikan

Mendidik di Tengah Keterbatasan

Mendidik di Tengah Keterbatasan

Mendidik di Tengah Keterbatasan
Mendidik di Tengah Keterbatasan

Pendidikan dan karakter anak adalah hal yang sangat penting untuk mengembangkan generasi

yang memiliki intelektual yang berkualitas. Keterbatasan yang dimiliki anak asuhnya ini tak membuatnya patah semangat, jutru membuat Yos Antim, pengelola Rumah Ceria di RW 18 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah ini semakin bersemangat.

Diakatakan Yos, dari ketidakmampuan orang tua di lingkungan sekitarnya, dia mecoba membuat ruang pendidikan yang cukup, meski dengan biaya sendiri. ”Saya ikut mendirikan sekolah anak-anak pemulung ini karena rasa keinginan untuk mendidik kaum minoritas agar bisa merasakan dunia pendidikan,” kata Yos Antim, kemarin (17/3).

Lanjutnya, Rumah Ceria adalah rumah singgah untuk anak-anak pemulung, tukang becak

dan keluarga yang tidak mampu. ”Rumah ini bukan yayasan, jika membuat yayasan harus mengeluarkan uang sampai 20 juta, saya tak punya uang tapi ini adalah kepedulian kita terhadap mereka,” ungkapnya.

Di tempat yang sama pula, Trio Asefto tokoh masyarakat Cimahi yang juga praktisi pendidikan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Yos dan kawan-kawan yang sudah bekerja keras membantu pendidikan anak para pemulung. ”Saya sangat apresiasi dengan bang Yos ini, sangat langka menemukan sosok yang hidupnya untuk mengabdi pada dunia pendidikan,” jelasnya.

Trio juga mengatakan, pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan saja peran

pemerintah tetapi semua masyarakat. ”Sebenarnya masyarakat Cimahi harus malu dengan bang Yos ini, putra daerah dari Indonesia timur tetapi mau dengan ikhlas mengajarkan anak-anak pemulung, tukang becak yang notabennya anak-anak dari keluarga tidak mampu, dia datang ke Cimahi dan bergabung dengan masyarakat yang berkeinginan agar anak-anak di sini bisa mengenyam pendidikan. Dan saya sangat berterimaksih sebagai putra Cimahi,” ucap Trio.

 

Sumber :

http://bit.ly/2nDoIf7