Pendidikan

GANGGUAN PENCERNAAN YANG RENTAN DIALAMI ANAK

GANGGUAN PENCERNAAN YANG RENTAN DIALAMI ANAK

Gangguan pencernaan ialah masalah kesehatan yang terjadi pada sistem pencernaan. Keadaan ini dapat terjadi pada siapa saja dan menghalangi kegiatan sehari-hari, tergolong pada anak-anak. Ketika si Kecil merasakan gangguan pencernaan, maka urusan ini pun akan memprovokasi perkembangannya. Lantas, apa saja gangguan pencernaan yang rentan dirasakan oleh si Kecil? Yuk, periksa 3 di antaranya inilah ini!

Diare
Salah satu gangguan pencernaan pada anak ialah diare. Hal itu kerap terjadi sebab usus pada anak lebih lemah dan sensitif dikomparasikan dengan orang dewasa. Tidak seluruh jenis makanan bisa masuk ke perut dan dipahami oleh usus. Akibatnya, anak-anak rentan terpapar diare. Kondisi ini bisa terjadi selama sejumlah hari dan bakal menghilang dengan sendirinya. Di samping itu, situasi ini pun dapat ditanggulangi dengan konsumsi obat-obatan.

Diare barangkali dapat terjadi dalam jangka pendek, yakni hanya sejumlah hari dan seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri. Sedangkan diare kronis dapat dilangsungkan lebih lama, sampai lebih dari empat minggu. Hal yang dapat mengakibatkan anak mengidap diare kronis ialah sindrom iritasi usus atau juga penyakit kronis, laksana kolitis ulseratif atau penyakit celiac.

Gejala yang diperlihatkan ketika anak mengidap diare yang sangat umum ialah kram, sakit perut, perut kembung, mual, demam, dehidrasi, dan selalu hendak buang air besar. Sedangkan fenomena yang lebih parah ditandai dengan timbulnya ruam, demam, menangis saat buang air, dan perdarahan.

Ibu mesti mengerjakan pertolongan kesatu saat anak merasakan diare, yakni dengan menyerahkan larutan gula dan garam (oralit). Lalu guna meyakinkan penyakitnya tidak parah, bawalah ke dokter dan tidak boleh berikat obat apapun tanpa rekomendasi dokter. Hal yang sangat penting guna dilakukan ialah berikan cairan yang tidak sedikit dan mengonsumsi makanan yang lunak.

Kolik
Gangguan pencernaan pada anak yang barangkali terjadi ialah kolik. Kondisi ini seringkali terjadi pada bayi sekitar 3 sampai 4 bulan kesatu sesudah lahir. Bayi bakal menangis minimal 3 jam per hari, lebih dari 3 hari per minggu, dan guna durasi 3 minggu atau barangkali lebih. Hal ini akan menciptakan para orangtua frustrasi. Gangguan ini bisa terjadi secara tiba-tiba dengan teriakan yang keras secara terus-menerus.

Gangguan pencernaan pada anak ini terjadi sebab bayi masih menyesuaikan diri, ketidakmampuan untuk mendinginkan diri, dan alergi terhadap susu. Ciri-ciri bayi mengidap kolik yakni menangis selama sejumlah jam, khususnya dari jam 6 sore sampai tengah malam, tanpa dalil yang jelas. Bayi yang mengidap kolik seringkali akan tidak jarang bersendawa.

Jika anak ibu, diperkirakan mengidap kolik, urusan yang bisa ibu lakukan ialah :

Selalu pastikan bayi tidak kelaparan.
Sering-seringlah mengubah posisi bayi dengan menggendongnya.
Ayun pelan-pelan sang bayi.
Peluk dan gendong bayi
Gunakan dot.
Alergi Makanan
Alergi makanan ialah salah satu gangguan pencernaan pada anak yang tidak jarang terjadi. Alergi makanan ialah respon tubuh terhadap makanan tertentu. Alergi makanan bertolak belakang dengan intoleransi makanan. Kondisi itu tidak memengaruhi sistem kekebalan tubuh, walaupun gejalanya sama.

Biasanya, seorang anak yang merasakan reaksi alergi makanan tentu pernah mengalaminya sekali sebelumnya, atau dapat juga bayi peka terhadap ASI. Saat urusan itu terjadi, antibodi IgE bereaksi dengan makanan dan mencungkil histamin yang menciptakan anak menikmati gatal-gatal, asma, dan gatal di mulut. Gejala lainnya yaitu kendala bernapas, sakit perut, sampai muntah dan diare.

Pada situasi ini, orangtua mesti benar-benar menyimak asupan makanan dan minuman anak. Di samping itu, pun mungkin akan memerlukan diskusi dengan dokter untuk memahami tindakan yang mesti dilakukan, obat yang mesti digunakan, dan teknik mengendalikan fenomena yang terjadi.

Sumber : http://www.gizoogle.net/tranzizzle.php?search=www.pelajaran.co.id/