2021, Universitas Terbuka Terapkan Kurikulum Baru
Pendidikan

2021, Universitas Terbuka Terapkan Kurikulum Baru

2021, Universitas Terbuka Terapkan Kurikulum Baru

2021, Universitas Terbuka Terapkan Kurikulum Baru
2021, Universitas Terbuka Terapkan Kurikulum Baru

Dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing sesuai

dengan tantangan era Revolusi Industri 4.0 ini, Universitas Terbuka (UT) sedang melakukan persiapan redesign keseluruhan kurikulum pembelajaran. Dalam hal ini, kurikulum baru UT ditargetkan akan mulai diterapkan secara serentak pada 2021 dengan nama Kurikulum 2020 (K-20).

Wakil Rektor I Universitas Terbuka(UT) Mohamad Yunus, mengatakan pentingnya redesign kurikulum pembelajaran agar lulusan bisa kompetitif maka kurikulum perlu orientasi baru. Sebab adanya era Revolusi Industri 4.0, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang hanya cukup literasi lama seperti membaca, menulis, dan matematika sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat, tetapi harus ada kecakapan untuk teknologi digital.

“Ini era revolusi industri, jadi sistem pendidikan itu bukan tentang masa lalu tetapi harus

menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi yang dilakukan melalui reformasi dan evaluasi kurikulum untuk semua prodi (program studi,red). Diperbaiki semua sesuai dengan kebutuhan saat ini,” kata Yunus saat ditemui usai Upacara Penyerahan Ijazah UT Serang diikuti oleh 474 wisudawan UT-Serang di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu(27/7/2019).

Selanjutnya dijelaskan Yunus, ada pun redesign kurikulum yang dimaksud UT adalah mahasiswa lulusan memiliki kemampuan khas untuk semua prodi yang diikuti. Misalnya, untuk mahasiswa Ilmu Kepemerintahan akan dibekali 12 SKS pengembangan e-government.

Dia menyebutkan, 12 SKS tersebut menjadi bagian dari 144 SKS yang harus diselesaikan mahasiswa untuk program Sarjana (S-1). Begitu pun dengan prodi lainnya semua disisipi dengan 12 SKS tambahan pengetahuan digital. “Lulusan era digital ini tidak bisa hanya sekadar lulus. Harus ada kecakapan yang kita sebut e-program atau e-learning program,”terangnya.

Lanjut dia, selain redesign kurikulum, UT juga berkolaborasi dengan UT Asia Pasifik

dalam menyusun kurikulum bersama. Ada pun tujuannya, agar mahasiswa UT di negara Asia manapun dapat mengambil mata kuliah di UT negara apapun dan sistem kredit semester(SKS) tersebut diakui. “Adanya kolaborasi ini bentuk saling support UT Asia dalam menguatkan kapasitas layanan dalam mengembangkan inovasi,” ujarnya.

Kurikulum UT Asia Pasifik akan didesain dengan dua bahasa untuk mempermudah mahasiswa dari negara manapun untuk mengakses pendidikan. Dengan begitu, target meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi dengan kemampuan abad 21 akan seimbang.

Seperti diketahui, secara nasional APK pendidikan tinggi Indonesia jika dibandingkan dengan beberapa negara asia lainya masih sangat rendah. Tercatat dengan memiliki 4.741. perguruan tinggi. APK Indonesia hanya 34,58 persen, sehingga masih tertinggal jauh dari dari Malaysia(37 persen), Thailand 51 persen, Singapura (82 persen), dan Korea Selatan (92 persen).

 

Sumber :

https://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/sejarah-bandung-jawa-barat/