PEMBUATAN KOLOID DAN KEGUNAANNYA
Pendidikan

PEMBUATAN KOLOID DAN KEGUNAANNYA

PEMBUATAN KOLOID DAN KEGUNAANNYA

PEMBUATAN KOLOID DAN KEGUNAANNYA
PEMBUATAN KOLOID DAN KEGUNAANNYA

Pembuatan Koloid

Bagaimana sistem koloid dibuat? Sistem koloid dapat dibuat dengan dua metode, yaitu dengan metode mengelompokkan (agregasi) partikel larutan sejati dan atau menghaluskan bahan kasar kemudian mendispersikan ke dalam medium pendispersi. Metode pertama disebut kondensasi dan yang kedua disebut dispersi.

 

Metode kondensasi

Pembuatan sistem koloid dengan metode kondensasi merupakan suatu metode pembuatan sistem koloid dengan menggumpalkan partikel larutan sejati (atom, ion atau molekul) menjadi partikel berukuran koloid. Metode kondensasi dapat berupa penggantian pelarut, reaksi dekomposisi rangkap, reaksi redoks atau reaksi hidrolisis.

 

Penggantian pelarut

Belerang mudah larut dalam alkohol (misal etanol) tetapi sukar larut dalam air. Jadi, untuk membuat sol belerang dalam medium pendispersi air, belerang dilarutkan ke dalam etanol sampai jenuh. Setelah itu, larutan belerang dalam etanol dimasukkan ke dalam air sedikit demi sedikit. Partikel belerang akan menggumpal menjadi koloid akibat penurunan kelarutan belerang dalam air. Kemudian etanol dapat dipisahkan dengan dialisis, maka terbentuklah sol belerang.

 Reaksi dekomposisi rangkap

Untuk membuat sol AgCl dapat dilakukan dengan cara mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut.

AgNO3(aq) + HCl(aq) → AgCl(koloid) + HNO3(aq)

Sedangkan untuk membuat sol As2S3 dapat dilakukan dengan cara mengalirkan gas H2S ke dalam larutan As2O3. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut.

As2O3(aq) + H2S(aq) → As2S3(koloid) + H2O(l)

Reaksi redoks

Untuk membuat sol emas, dapat dilakukan dengan mereduksi garamnya dengan menggunakan reduktor formaldehida. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut.

2AuCl3(aq) + 3HCHO(aq) + H2O(l)  → 2Au(koloid) + 6HCl(aq) + 3HCOOH(aq)

Reaksi hidrolisis

Reaksi hidrolisis digunakan untuk membuat koloid pada logam besi (Fe), aluminium (Al), dan krom (Cr). Hal itu dikarenakan basa logam tersebut bersifat koloid. Pada pembuatan sol Fe(OH)3, larutan FeCl3 ditambahkan pada air panas. Persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut.

 FeCl3(aq) + H2O(l) → Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/2Vny/understanding-and-examples-of-explanatory-texts