Manjakan Peserta Didik, Sekolah Ini Bebas Jam Pinjam Buku
Pendidikan

Manjakan Peserta Didik, Sekolah Ini Bebas Jam Pinjam Buku

Manjakan Peserta Didik, Sekolah Ini Bebas Jam Pinjam Buku

Manjakan Peserta Didik, Sekolah Ini Bebas Jam Pinjam Buku
Manjakan Peserta Didik, Sekolah Ini Bebas Jam Pinjam Buku

Walau tidak selengkap perpustakaan SMKN 1 Sidoarjo, ada yang menarik dalam pengelolaan perpustakaan SMP

IT Darul Fikri Sidoarjo. Perpustakaan mereka buka 24 jam. Siswa bebas pinjam kapan saja. Bahkan, bukunya bisa dibawa ke kamar tidur. Jadi, membaca adalah sarana hiburan bagi siswa.

’’Semua siswa di sini tinggal di asrama sekolah, satu lingkungan dengan sekolah. Mereka dilarang membawa handphone dan menonton televisi,’’ terang Waka Kurikulum SMP IT Darul Fikri Muchdhori Ikhwan.

Nah, sebagai sumber informasi, mereka mengandalkan buku di perpustakaan. Sekaligus informasi dari internet melalui komputer di sekolah. Karena itu, pihak sekolah sangat leluasa jika ada siswanya yang rajin meminjam buku. Pada jam sekolah, beberapa kali mereka belajar di perpustakaan. Saat jam pelajaran usai, baik saat istirahat maupun pulang sekolah, mereka juga bebas meminjam buku dari perpustakaan.

Biasanya, saat sudah pulang sekolah, siswa kerap meminjam buku sebagai hiburan

ketika beristirahat di kamar. Tak heran yang laris dipinjam adalah novel dan bacaan ringan. Dibaca sambil antre mandi, istirahat di kamar, maupun menjelang tidur.

’’Ya soalnya mau ngapain lagi anak-anak tersebut di kamar. Banyak yang memanfaatkannya untuk membaca,’’ terang Kepala Perpustakaan SMP IT Darul Fikri Djuemi.

Ada lebih dari 3.000 judul buku yang dimiliki sekolah di Desa Sarirogo itu. Sebanyak 335 siswa harus bergantian untuk meminjam buku. ’’Karena di sini program andalannya adalah tahfidz Alquran. Jadi, banyak buku yang menunjang hal tersebut,’’ lanjut Djuemi. Misalnya, buku Fi-Zhilalil Quran dari jilid 1–12.

Saat anak didik di sana ingin mulai menghafal juz 1, mereka bisa memperdalam bacaan pada jilid 1. Sebab, dengan paham arti maupun tafsirnya, proses menghafal Alquran jadi lebih mudah. ’’Ensiklopedia Islam juga ada, lengkap,’’ terangnya.

Sekolah itu juga memiliki program literasi award. Menjadi stimulus agar siswa gemar membaca.

’’Satu semester sekali pemilihannya,’’ ujar Djuemi. Diperuntukkan bagi siswa yang rajin ke perpustakaan, membaca buku, dan membuat resume.

’’Setiap minggu anak-anak wajib membuat resume dalam jurnal yang diberikan kepada mereka,’’ lanjut Ikhwan.

Setiap siswa diberi satu jurnal. Per minggu minimal harus membuat satu resume dari satu buku yang dibaca. Lebih banyak lebih baik. Yang harus diisi dalam jurnal adalah jenis buku yang dibaca, nama pengarangnya, hingga maksud tulisan tersebut.

Nanti, guru bahasa Indonesia melihat dan menilai hasil resume siswa sekaligus mengevaluasinya. ’’Ternyata, ada yang dalam seminggu berhasil membuat empat resume dari empat buku,’’ tutur Ikhwan

Sumber :

http://blog.umy.ac.id/herulampung/contoh-teks-eksplanasi-tentang-musim-kemarau/