Teori Big Bang
Pendidikan

Teori Big Bang

Teori Big Bang

Teori Big Bang

Salah satu teori yang menjelaskan penciptaan alam

Semesta adalah teori big bang. Teori adalah penjelasan ilmiah terhadap suatu fenomena/gejala alam. Teori big bang disampaikan oleh Kant Laplaz. Teori big bang ini menjelaskan bahwa alam semesta ini bermula dari nihil atau tidak ada. Dari keadaan nol ini lalu miliaran tahun lalu terjadilah dentuman dahsyat yang melahirkan kabut panas yang berputar dengan sangat cepat. Kabut tersebut lalu membentuk partikel-partikel halus yang beterbangan di angkasa. Partikel-partikel tersebut berputar pada dirinya sendiri dan mengitari partikel lainnya.

 

Lama-kelamaan partikel tersebut mengeras menjadi benda-benda angkasa.

Terciptalah miliaran gugusan galaksi di angkasa raya. Pada setiap galaksi terdapat matahari sebagai pusatnya dengan planet-planet yang mengitarinya. Manusia tinggal di gugusan galaksi Bima Sakti. Pada galaksi Bima Sakti inilah terdapat satu matahari dengan planet-planet yang mengitarinya. Salah satu planetnya adalah bumi yang kita diami ini.

 

Bumi yang kita huni semula berupa kabut panas lalau berubah menjadi cairan.

Miliaran tahun kemudian cairan panas tersebut bagian luarnya membeku dan terbentuklah permukaan bumi yang berupa bebatuan. Untuk pertama kali tumbuh lumut di atas bebatuan tersebut. Bebatuan yang ditumbuhi lumut hancur dan sedikit demi sedikit membentuk lapisan tanah. Setelah terbentuk lapisan tanah, tumbuhlah tumbuhan  lain yang lebih besar. Hujan mulai turun. Daerah yang lebih rendah digenangi air, maka terjadilah laut.

 

Semua benda-benda angkasa mengalami proses berkembang secara terus-menerus

Seperti balon karet yang ditiup. Setiap hari benda-benda angkasa tersebut mengembang makin besar, makin luas, dan terus berubah. Pada suatu saat proses ini akan berhenti. Ibarat balon tadi, suatu saat balon akan mengalami titik jenuh yaitu titik di mana balon tidak mampu menegmbang lagi. Pada saat inilah balon akan meletus. Angkasa raya juga alam mengalami hal yang sama seperti itu. Yakni, akan sampai pada suatu masa yang pada titik ini ia tidak lagi mampu mengembang. Saat inilah angkasa raya akan hancur berantakan seperti balon yang meletus

Baca Juga :