Pemkot Bogor Kunker ke Kota Mataram
Pendidikan

Pemkot Bogor Kunker ke Kota Mataram

Pemkot Bogor Kunker ke Kota Mataram

 

Pemkot Bogor Kunker ke Kota Mataram

Pemerintah Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan kunjungan kerja (kunker) dalam rangka Peningkatan Kualitas Pelayanan Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah ke Pemkot Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (13/12/2018).

Rombongan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor

Ade Sarip Hidayat dan diterima Sekda Kota Mataram, Effendi Eko Saswito di ruang kerjanya.

Sekda Kota Mataram, Effendi Eko Saswito mengucapkan selamat datang dan merasa terhormat dikunjungi jajaran Pemkot Bogor. Namun sebenarnya banyak daerah yang ingin ke Kota Bogor untuk belajar.

Dia menyebutkan

di Kota Mataram ada 6 Kecamatan, 5 Kelurahan dan jumlah penduduknya sekitar 456 ribu jiwa. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Mataram sebesar Rp 350 miliar dengan mengandalkan sektor pariwisata.

Ia berharap kedepan dengan pertemuan ini bisa mengunjungi kunjungan balasan ke Kota Bogor.

Sementara itu, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, tujuan kedatangannya dan rombongan dalam rangka ingin sama-sama belajar terkait pemerintahan dan akan meresmikan Masjid di Lombok yang berasal dari bantuan Korpri Kota Bogor.

Saya juga kebetulan Ketua Korpri

dulu ketika bencana tsunami terjadi di Lombok dan sekitarnya kami menggalang dana dan terkumpulah dana untuk pembangunan masjid,” tuturnya. contoh report text singkat tentang hewan

Selain itu, sebelumnya Wali Kota Bogor, Bima Arya menginisiasi untuk menggalang dana melalui acara bertajuk #BogorUntukLombok dan antusias warga yang berpartisipasi sangatlah luar biasa.

Sekda Kota Bogor menjelaskan, di Kota Bogor terdapat 6 Kecamatan dan 68 Kelurahan yang memiliki jargon Kota Sejuta Taman. Secara de facto Kota Bogor merupakan Ibu Kota karena Presiden tinggal di Bogor.

PAD Kota Bogor sebesar Rp 981 miliar dengan jumlah APBD 2,4 triliun. Laporan Keuangan Pemkot Bogor 2 tahun ini meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dia juga menyebutkan

Ada 2 inovasi pelayanan publik yang diganjar penghargaan dari Kemenpan-RB, yakni Aplikasi Nominatif Jabatan Struktural Government Clear (Anjas Go Clear) dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor dan Aplikasi Sederhana, Mudah, Akuntabel, Ramah dan Transparan (SMART) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor.

Kota Bogor juga ingin menjadikan kota pelari (City of Runners) dengan langkah awal telah membangun pedestrian dan ingin menjadikan sektor olahraga sebagai salah sumber PAD.

Tak hanya itu, Pemkot Bogor ingin menjadikan Kota yang Ramah Keluarga. Berkaitan dengan itu telah dibentuk Sekolah Ibu di 68 Kelurahan agar ibu bisa memahami bagaimana mengurus keluarga, melayani suami dan anak.

“Alhamdulillah program Sekolah Ibu ini di dukung Gubernur Jawa Barat,” katanya.

Turut mendampingi Sekda Kota Bogor, Kepala Disdukcapil Dody Ahdiat, Kepala Diskarpus Agung Prihanto, Kabag Adkesra Iman, Rektor UIKA Bogor Ending Bahruddin.