Distani Kota Bogor Raih Penghargaan Kinerja LTT Padi
Pendidikan

Distani Kota Bogor Raih Penghargaan Kinerja LTT Padi

Distani Kota Bogor Raih Penghargaan Kinerja LTT Padi

 

Distani Kota Bogor Raih Penghargaan Kinerja LTT Padi

Penghargaan sebagai Kota Terbaik

Penghargaan sebagai Kota Terbaik Ketiga dalam Peningkatan Kinerja Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Se-Provinsi Jawa Barat Periode Oktober 2017 – September 2018 diterima Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Kepala Bidang

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Distani Kota Bogor, Dian Herdiawan menyebut, peningkatan kinerja LTT ini dalam rangka mendukung upaya khusus peningkatan produksi komoditi Padi Jagung Kedelai (Pajale).

“Penghargaan kinerja ini merupakan apresiasi bagi Kota Bogor, walaupun memiliki lahan terbatas tetapi berdasarkan data yang ada, tingkat produktivitas LTT mengalami peningkatan, bahkan yang terakhir peningkatannya sangat signifikan hampir 100 persen,” jelas Dian saat ditemui di kantornya, Kamis (13/12/2018) siang.

Data tahun 2014/2015 tercatat 3.032 ton per tahun

2015/2016 naik menjadi 4.302 ton, 2016/2017 mengalami penurunan ke angka 2.652 ton yang disebabkan pengalihan fungsi lahan dan komoditi.

Kemudian di tahun 2017/2018 kenaikannya sangat signifikan melebihi 100 persen mencapai angka 5.043 ton per tahun. Data yang disajikan menurut Dian dilengkapi bukti visual berupa dokumentasi.

Untuk bibit padi unggul untuk masa tanam Oktober 2018 hingga Maret 2019 (periode masa tanam kedua) Kota Bogor akan mendapat bantuan bibit padi unggul sebanyak 2,5 ton untuk lahan seluas 100 hektar, sementara sebelumnya hanya dibantu untuk lahan seluas 25 hektar.

Selain bantuan bibit padi unggul

Distani Kota Bogor tahun 2019 kata Kasi Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Distani Kota Bogor Uri Oktaria Utari akan menerima bantuan alat untuk memanen padi, yakni combine harvester yang bersumber dari APBN. “Hanya sampai saat ini belum dikirim alatnya,” ujar Uri.

Uri menambahkan, kedepan Distani Kota Bogor berusaha untuk mempertahankan lahan pertanian seluas 150 hektar se Kota Bogor, mayoritas ada di wilayah Kecamatan Bogor Timur, Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Selatan.

“Dan ini akan diperkuat dengan regulasi yang saat ini masih dibahas di DPRD Kota Bogor,” terangnya.

Semakin meningkatnya kinerja dari masyarakat dan hasilnya berbanding lurus, maka pemerintah pusat dan pihak lain akan memberikan apresiasi. Untuk membantu para petani Distani Kota Bogor melaksanakan beberapa program diantaranya penanganan hama terpadu, asuransi tanaman pangan yang dapat digunakan petani jika gagal panen, insentif bibit unggul secara gratis termasuk pupuknya.

Secara umum sektor pertanian Kota Bogor menurut Dian sedang menuju sistem keterpaduan antara budidaya, pengolahan dan pemasaran dalam satu sistem.

Disamping itu juga sinergi program dalam penyuluhan pertanian yang teratur, terarah dan berkelanjutan, salah satunya adalah pertanian perkotaan yang ramah lingkungan (urban farming) dan sistem pertanian terpadu melalui desain suatu kawasan yang dikelola kelompok tani yang mengelola pertanian, perikanan dan peternakan sekaligus dengan harapan jika terjadi gagal panen para petani masih bisa memanen yang lain.

 

Artikel Terkait: