Pendidikan

Bahaya Anemia pada Remaja dan Cara Mencegahnya

Bahaya Anemia pada Remaja dan Cara Mencegahnya

tahukah anda bahwa ternyata anemia dapat pengaruhi prestasi studi kamu? Yap, anemia dapat turunkan konsentrasi dan produktivitas sehingga anda susah untuk belajar. Tidak cuma itu, anemia termasuk dapat berakibat buruk di sesudah itu hari waktu anda dewasa. Pasti nggak berkenan ‘kan hal ini terjadi? Yuk, ketahui beberapa ciri anemia dan cara mencegahnya dari fitur Hidup Sehat

Pengertian Remaja

Squad, pertama-tama kita bakal membicarakan perihal fase yang tengah anda lalui, yakni fase remaja. Pada fase ini anda bakal mengalami perubahan, layaknya menstruasi pada wanita atau pergantian emosi. Fase ini adalah fase peralihan dari anak-anak jadi dewasa bersama rentang usia 10-19 tahun. Fase remaja terbagi jadi tiga, yakni remaja dini, remaja tengah, dan remaja lanjut. Pertumbuhan dan pertumbuhan remaja yang terlampau pesat membutuhkan asupan makanan bergizi seimbang, termasuk yang kaya bakal zat besi. Kekurangan zat besi bakal membawa dampak remaja rentan terkena anemia.

Seperti apa sih anemia itu?

Pernahkah anda kerap jadi 5L (letih, lemah, lesu, lelah, dan lalai)? Itu adalah gejala dari anemia. Anemia merupakan suatu kondisi tubuh waktu kadar hemoglobin (Hb dalam darah lebih rendah dari standar atau patokan yang seharusnya). Hemoglobin sendiri merupakan suatu zat di dalam sel darah merah yang dibentuk dari kombinasi protein dan zat besi. Hemoglobin berfungsi mengikat dan mempunyai oksigen dari paru-paru ke semua jaringan tubuh, layaknya otot dan otak.

Saat anda mengalami anemia, anda bakal kerap merasakan 5L yang membawa dampak anda susah berkonsentrasi dan tidak cukup bugar. Ciri-ciri ini sesungguhnya memadai serupa bersama ciri kecapekan. Nah, anda dapat membedakannya bersama cara memeriksa kadar hemoglobin dalam darah.

Squad, perlu anda ketahui ya jikalau remaja putri, putra, dan ibu hamil punya kadar hemoglobin tertentu untuk dapat dikatakan anemia.

Remaja putri: <12 g/dL
Remaja putra: <13 g/dL
Ibu hamil: <11 g/dL

Anemia tidak boleh anda biarkan lho, karena dapat membawa dampak lebih dari satu masalah. Menurut Prof. Endang Achadi, dosen di FKM Universitas Indonesia, anemia dapat membawa dampak anda terganggu waktu lakukan aktivitas fisik atau belajar. Akibatnya prestasi sekolah dan produktivitas anda dapat menurun.

Penyebab anemia

Di Indonesia, kekurangan zat besi dalam darah adalah aspek utama penyebab anemia, yang umumnya disebut termasuk bersama Anemia Defisiensi Besi. Ada tiga penyebab utama anemia defisiensi besi, yaitu:

1. Rendahnya asupan makanan kaya zat besi

Hal ini dapat anda atasi bersama pola makan bergizi seimbang, termasuk makanan yang kaya bakal sumber zat besi dan protein. Kamu dapat mendapatkannya dari makanan layaknya daging, ayam, ikan, dan hati.

2. Kecacingan

Dalam hal ini, kecacingan yang dapat membawa dampak anemia adalah cacing tambang yang dapat mengisap darah melalui usus kita.

3. Malaria di area endemik

Penyakit malaria dapat membawa dampak pecahnya sel darah merah sehingga berisiko kekurangan sel darah merah.

Remaja putri lebih berisiko terkena anemia dibandingkan bersama remaja putra

Squad, faktanya remaja putri lebih berisiko menderita anemia dibandingkan remaja putra. Hal ini disebabkan remaja putri yang mengeluarkan darah setiap bulan pada waktu menstruasi. Jika remaja putri tidak cukup mengkonsumsi makanan bergizi seimbang (zat besi dan protein) pada waktu menstruasi, maka risiko anemia dapat makin besar.

Anemia pada remaja putri perlu dihindari. Namun, misalnya udah terjadi maka perlu cepat ditangani, karena dapat turunkan konsentrasi belajar, turunkan prestasi di sekolah, membawa dampak produktivitas menurun, atau berisiko terkena penyakit infeksi. Tidak cuma itu, remaja putri yang terkena anemia nantinya termasuk berisiko jadi ibu hamil yang anemia.

Ibu hamil yang menderita anemia dapat mengalami pendarahan sebelum dan waktu melahirkan, sehingga dapat mengancam keselamatan ibu dan bayinya. Ibu hamil yang anemia termasuk dapat melahirkan bayi bersama berat lahir rendah (<2500 gr), bayi lahir prematur (kurang bulan), dan membawa dampak bayi berisiko menderita anemia jadi usia 4-6 bulan. Wah, bahaya ya Squad?

Cara Mencegah Anemia

Eits, namun jangan khawatir. Kamu dapat menghambat anemia bersama mempertahankan kadar hemoglobin dalam darah. Yuk, ikuti lebih dari satu cara tersebut ini:

1. Memastikan asupan makanan bersama gizi seimbang (kaya bakal protein dan zat besi)

Salah satu aspek utama hidup sehat di awali dari makanan. Nah, makanan yang kaya bakal zat besi berfungsi untuk membentuk hemoglobin yang terkandung di dalam sel darah merah. Agar anda terhindar dari anemia, anda direkomendasi untuk mengkonsumsi makanan dari sumber utama zat besi, yakni bahan makanan hewani (ikan, daging, hati, unggas). Selain itu, sayur-sayuran berwarna hijau tua termasuk mengandung zat besi, layaknya bayam, daun kelor, daun katuk, brokoli, kangkung, atau kacang-kacangan.

2. Mempraktikkan pola hidup sehat dan bersih

Salah satu penyebab anemia adalah kecacingan. Nah, cara mencegahnya adalah anda perlu selamanya memakai alas kaki dan memelihara kebersihan kuku. Hal ini mutlak untuk menghambat terkena cacing tambang. Cacing tersebut dalam menyerap darah dalam saluran pencernaan kita.

3. Meminum Tablet Tambah Darah (TTD) 1x seminggu

Tablet Tambah Darah (TTD) adalah suplemen yang memuat 60 mg Besi Elemental dan 400 mcg asam folat yang berfungsi untuk membantu pembentukan hemoglobin darah. Tablet ini terlampau direkomendasi untuk dikonsumsi oleh para remaja usia subur, calon pengantin, ibu hamil, dan ibu pada era nifas.

Sudah paham ‘kan Squad bahwa ternyata anemia tidak boleh anda sepelekan karena dapat mengimbuhkan pengaruh yang buruk untuk kehidupanmu sehari-hari. So, jadi saat ini ayo lebih pikirkan kembali bersama kesehatanmu dan orang terdekatmu melalui fitur Hidup Sehat, Yuk!

Baca Juga :